Minggu, 27 Juli 2008

Tujuh Jaksa Nakal Di Jambi Dapat Sanksi

. Minggu, 27 Juli 2008
0 komentar

JAMBI - Tujuh jaksa nakal di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi selama setahun (Juli 2007 - Juli 2008), mendapat sanksi disiplin karena telah melanggar peraturan dan hukum.

Selain jaksa nakal dan tidak disiplin, Kejati Jambi juga memberikan sanksi kepada tiga pegawai tata usaha yang mendapat hukuman disiplin, kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Jambi, Andi Azhari SH, Minggu.


Ketujuh jaksa yang mendapat sanksi tersebut, tiga di antaranya menerima hukuman disiplin tingkat berat, dua disiplin tingkat sedang dan dua lagi kategori ringan.

Sedangkan tiga pegawai tata usaha Kejati Jambi yang mendapatkan hukuman semuanya menerima sanki tingkat sedang, kata Andi Azhari tanpa merincikan hukuman yang dijatuhkan kepada pelaku.

Selain itu bidang pengawasan Kejati Jambi selama setahun ini telah menerima dan memeriksa laporan masuk terhadap pegawai Kejati Jambi yang melanggar disiplin dan hukum.

Jumlah laporan yang sedang ditangani bidang pengawasan Kejati Jambi ada 14 kasus, sepuluh kasus sisa kasus pada 2007 sedangkan enam bulan terakhir tahun ini ada empat kasus aduan.

Kejati Jambi sudah menyelesaikan dan menjatuhkan sanksi kepada pegawai yang nakal sebanyak tujuh kasus, sisanya belum bisa ditangani karena masih menunggu petunjuk dari Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas).(*)


Berita Tebo Lainnya:
-Modus Baru Kejahatan: Kabarkan Sakit/Meninggal Minta Uang Urus
-Kajati Sesalkan Penangguhan Penahanan Mantan Panggar Tebo
-12 Mantan Panggar DPRD Tebo Bebas Dari Penjara
-Ruko Di Roboh Alasan Di Tanah Pemerintah
-Toke Getah Di Rampok Rp 560 Juta, Perampoknya Pake Pistol Nco!!!

Klik disini untuk melanjutkan »»

Minggu, 20 Juli 2008

Bagaimana Mendapatkan Uang Dengan KumpulBlogger

. Minggu, 20 Juli 2008
47 komentar

Buat rekan-rekan blogger yang telah memasang iklan kumpulblogger di blognya baik blogspot, silahkan berbagi pengalaman dengan memposting komentar di sini. Semoga pengalaman dari kawan-kawan lain akan dapat membantu untuk melengkapi ulasan "bagaimana menghasilkan uang dengan kumpulblogger" ini. Saatnya kita para blogger menjadi bagian dari bisnis internet dengan iklan PPC dan menghasilkan uang dari hobbi.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Saya Senang Jika Kawan Blogger Meninggalkan Komentar Di Bawah Ini

Terima Kasih Kawan Blooger Telah Mengunjungi Blog Sederhana Ini Saya Harap Lain Kali Bisa Kembali Berkunjung. Jika Kawan Blogger tidak Keberatan, Saya Sangat Senang Kawan Blogger Meninggalkan Pesan Di Bawah Ini. Terserah Mau Komentar Apa? Tentang KumpulBlogger, blogspot, wordpress, multiply, iklan PPC, bisnis internet, atau topik lainnya..

Klik disini untuk melanjutkan »»

Pilpres 2009 Sarat `Money Politic` Pengaruhi Kualitas

Pengamat sosial politik dari Universitas Bangka Belitung (UBB) Dr. Bustami Rahman mengemukakan, pelaksanaan pemilihan presiden (Pilpres) 2009 akan sarat praktik `money politic` (politik uang) yang mempengaruhi kualitas hasil pemilu.

"Kami lihat gejala praktik politik uang (money politic) dalam Pilpres 2009 cukup besar, karena perilaku elit politik yang berkepentingan menempuh cara itu untuk meraih kekuasaan dan situasi ekonomi masyarakat yang semakin sulit," ujarnya di Pangkalpinang, Sabtu.

Meski sulit dibuktikan secara hukum, menurutnya, indikasi `money politic` terjadi pada setiap pelaksanaan pilkada di berbagai daerah, dimana tim sukses membagikan barang dan uang untuk membeli suara.

"Masyarakat yang menerima uang atau dalam bentuk barang tidak ada pilihan lain kecuali menerima daripada tidak makan, karena kondisi perekonomian yang memang sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," ujarnya.

Ia mengatakan, dalam konteks `money politic` ini masyarakat tidak bisa disalahkan, karena mereka termasuk massa mengambang sebagai produk dari sistem demokrasi yang berlaku sekarang ini.

Menurut dia, dalam perjalanan demokrasi di Indonesia masyarakat tidak mendapatkan hasil apapun bagi peningkatan kesejahteraannya, kecuali terkena dampak dari serangkaian konflik dan tindak kekerasan.

"Masyarakat menjadi lelah dan apatis serta meratapi keadaannya yang tidak kunjung berubah. Saat inilah mereka rentan terhadap godaan `money politic` itu," ujarnya.

Menurut dia, masyarakat akan memilih siapa yang memberikan uang atau barang untuk menyelamatkan hidupnya hari ini, tidak lagi memikirkan integritas kepribadian dan kapasitas pemimpin ideal yang diharapkan memimpin bangsa.(*)


Klik disini untuk melanjutkan »»

Sabtu, 19 Juli 2008

Hutan Lambusango Surga Bagi Pengamat Burung

. Sabtu, 19 Juli 2008
0 komentar

Hutan Lambusango yang terletak di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) merupakan surga bagi pengamat burung, karena dari 146 spesies burung, 40 persen adalah endemik khas Sulawesi.

Kawasan hutan tersebut memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dan mewakili daerah hutan di zona Wallacea pada umumnya, sehingga menjadi daya tarik wisatawan ilmiah, utamanya penggemar maupun pengamat burung, kata Direktur Operation Wallacea Trust, Dr Edi Purwanto di Kendari, Jumat.

Berbagai jenis hewan yang ada di dalamnya antara lain, anoa, kus-kus, tarassus, burung enggang/halo/rangkong dan masih banyak lagi hewan lainnya yang ditemukan belum tercatat.

Kondisi hutan Lambusango yang masih terawat dengan baik menjadikan daerah tersebut sebagai salah satu bagian dari paru-paru dunia sehingga minat wisatawan asing untuk datang melakukan penelitian setiap tahunnya terus meningkat.

Jumlah wisatawan asing yang datang, selain untuk menikmati kondisi alam hutan juga melakukan penelitian, mencapai 300 - 500 orang setiap tahunnya.

"Pada bulan Juli, Agustus, September setiap tahunnya, wisatawan asing mulai berdatangan ke Lambusango," ujarnya.

Hutan tersebut, selain surga bagi pengamat burung dan tujuan wisata ilmiah, juga sebagai sumber mata air masyarakat di Pulau Buton serta seluruh anak-anak sungai yang terdapat di pulau tersebut, utamanya Buton bagian Selatan berasal dari Hutan Lambusango, tambahnya.

Kondisi Hutan Lambusango bagian bawahnya adalah batuan kapur yang tanahnya tipis dan menyulitkan pertumbuhan akar tanaman atau kurang subur, menyebabkan daerah tersebut menjadi sasaran pencurian kayu atau tempat pembukaan lahan pemukiman baru.

Hutan yang diapit oleh 53 desa tersebut sewaktu-waktu dapat dimasuki oleh oknum tertentu untuk menebangi pohon-pohon yang ada, sehingga dapat mengancam aneka satwa yang ada di dalamnya serta merusak kelestarian alam.

Banyak ancaman yang dapat merusak hutan tersebut seperti program transmigrasi, tambang maupun perambahan hutan sehingga jika hutan tersebut tidak dijaga bersama maka, sumber mata air akan mati dan butuh waktu yang sangat lama untuk mengembalikannya seperti sekarang ini, katanya.

Ancaman perambahan hutan terjadi karena kurangnya lahan subur yang dapat dijadikan lahan pertanian maupun perkebunan, sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga akan mengandalkan hasil hutan, tambahnya.

Pihaknya menggalang kerjasama, baik dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sultra, pihak kepolisian dan pemerintah daerah untuk terus melakukan sosialisasi ke masyarakat tentang pentingnya menjaga hutan.

"Kami berharap hutan ini akan terus bertahan, sehingga sumber mata air tetap ada dan kelangsungan hidup berbagai jenis satwa hutan bisa terus berkembang," ujar Edi.(*)



Klik disini untuk melanjutkan »»

Rabu, 16 Juli 2008

Lagi-Lagi Gratifikasi.....Malu sama rakyat donk..

. Rabu, 16 Juli 2008
0 komentar

Borok-borok negeri ini terus terungkap dan mencuat ke publik.. Gratifikasi masih menjadi cerita elite politik negeri ini...Lagi-lagi gratifikasi.... Setoran sejumlah uang mengalir ke partai politik. Parahnya, parpol itu mengaku berlandaskan agama... Agama di bawa-bawa..

Tidak hanya politikus awam, sekelas kiyai juga di tuding terima gratifikasi... Buat berobat sih... Angkanya juga milyaran rupiah...

Memang udah gak benar tokoh-tokoh bangsa ini.... Semua kacau....

Jaksa siap terima suap, DPRD menanti gratifikasi (gratifikasi perempuan juga boleh)... Parpol ikut menikmati.... INGAT!!! Semua aktor di negeri ini sama seperti pelaku kasus yang saat ini telah mencuat....Hanya belum terungkap saja...

Coba pikir, jelang pemilu 2009, kasus2 mencuat, siapa di belakang semua itu...? you know lah... Biarlah elite politik saling bongkar borok....Supaya rakyat yang bodoh ini semakin tahu tentang busuknya aroma borok unsur-unsur republik ini...

Sekelas kiyai saja mau terima gratifikasi, apalgi kita-kita yang tahu bentuk lembaran Rp 100 ribu hanya dari antrian BLT saja...

Kasus BLBI, Drama suap Urip-Ayin, Al Amin-Azirwan, Bulyan Royan, terbaru gratifikasi pembangunan lahan bagan siapi-api... Apa dan Siapa lagi...??

Klik disini untuk melanjutkan »»

Senin, 14 Juli 2008

20 Juli Matikan TV!

. Senin, 14 Juli 2008
0 komentar

Apa rasanya hari tanpa televisi (TV)? Kalau ingin tahu rasanya, silakan ikuti ajakan Koalisi Nasional Hari Tanpa Televisi (HTT) berikut ini : Turn off TV, Turn on Live! Matikan TV dalam Sehari pada tanggal 20 Juli mendatang.




Koalisi Nasional HTT menetapkan tanggal itu sebagai hari tanpa TV untuk tahun 2008 ini. HTT pada tahun ini merupakan yang ketigakalinya dilaksanakan, setelah digagas pada tahun 2006 lalu.

Peneliti dari Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA), Nina Mutmainnah Armando, mengatakan, HTT bukan bermaksud untuk memusuhi televisi. Melainkan, sebagai gerakan untuk membangun sikap bijak terhadap penggunaan TV.

"Kadang kita lupa, tombol on pada televisi tidak harus selalu menyala. Jadi, gerakan ini bukan untuk memusuhi TV. Tujuannya untuk mengurangi ketergantungan anak pada TV dan pernyataan keprihatinan masyarakat terhadap isi acara TV yang tidak sehat dan tidak aman untuk anak-anak," papar Nina, pada jumpa pers di kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jakarta, Senin (14/7).

Target gerakan HTT adalah mengajak 1 juta keluarga di seluruh Indonesia untuk mematikan TV dalam sehari penuh pada tanggal 20 Juli itu. Khususnya, keluarga yang memiliki anak usia prasekolah dan sekolah dasar.

Beberapa alternatif yang diberikan YPMA, keuarga bisa melakukan kegiatan bersama yang menciptakan interaksi antara anak dengan keluarga dan lingkungan sosialnya. Jam menonton TV yang sangat tinggi pada anak, membuat mereka tercerabut dari komunitas sosialnya.

Penelitian YPMA tahun 2006 menunjukkan, jumlah jam menonton TV pada anak-anak usia sekolah dasar berkisar 30-35 jam dalam satu minggu. Jumlah ini, dinilai terlalu besar untuk hiburan yang kurang sehat bagi anak dan remaja.

Jika dikalkulasi, maka jumlah jam menonton TV mencapai lebih dari 1600 jam dalam satu tahun. Bandingkan dengan jumlah jam belajar di sekolah dasar negeri yang hanya sekitar 740 jam setahun. "Padahal, menurut para ahli, anak menonton televisi maksimal 2 jam dalam sehari," kata Nina.

Rangkaian kegiatan lainnya yang akan dilakukan pada gerakan HTT ini adalah aksi damai di Bundaran Hotel Indonesia pada tanggal 18 Juli 2008. Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Fetty Fajriati Miftach, menyatakan dukungannya terhadap gerakan HTT. Kata dia, keluarga bisa memberikan alternatif lain kepada anak selain menonton TV.

"Kami mendukung sepenuhnya Hari Tanpa TV, bisa memberikan alternatif lain bagi anak. Mengajarkan pada mereka (anak-anak) bahwa banyak kegiatan yang bisa dilakukan selain menonton TV," kata Fetty.

ING
Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network

Klik disini untuk melanjutkan »»

Berita Populer

Objek Wisata Danau Sigombak Tebo, Jambi
 
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com