Minggu, 15 Juni 2008

Falsafah Sisi-Sisi Kehidupan Dari Ketinggian

. Minggu, 15 Juni 2008

Ku buka mata. Udara dingin yang mengalir dari AC kamar ini menambah berat tubuhku untuk bangun dan keluar dari selimut tebal. 09.30 WIB lewat beberapa menit, mataku tertuju pada jam beker di meja samping bed. Ku paksa keluar dari kehangatan selimut putih di atas busa empuk yang tak ku tahu terbuat dari apa. Melangkah ke jendela, ku kuak hordeng. Pandangan ku lempar jauh ke luar jedela lantai lima dari puluhan lantai hotel and tower ini.

Dari jendela ini jelas terlihat suasanan kota ini. Dari gedung pencakar langit ini, ingatan rangkaian peristiwa hingga aku terlelap di hotel ini terekam jelas. Mengapa aku sampai di sini? Nanti ku kujelaskan... Ingatanku masih melintasi detik-detik di hotel ini... Sarapan di lobi...makan malam sea food ala negeri sakura yang namanya saja aku tak tahu...Menikmati hentakan live musik band asal bandung di Pub Hotel... Room Karaoke.....Hingga fasilitas kamar dan keempukan bed membuatku pulas dalam impian...

AKu tak tahu hotel ini bintang berapa, yang aku tahu, di kota ini hanya inilah hotel terbaik yang pastinya termahal. Aku juga tahu hotel ini juga memiliki cabang di Ibukota Provinsi lain. Yang aku tahu, cost satu kamar semalam setara dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) kerja satu bulan. tunjangan-tunjangan kerja sebulan juga hanya bisa untuk bayar mini bar. Belum lagi layanan lain.... Harga-harga Ini juga bukannya fasilitas utama Hotel ini. Masih ada beberapa class lagi yang untuk kamar saja bisa menelan gaji pegawai menengahan plus seluruh tunjangannya di perusahaan bonafit.

Yang jelas ada tiga kamar yang kami tempati. Biaya yang dikeluarkan selama semalam itu bisa untuk membeli satu sepeda motor buatan jepang. Untuk apa semua ini.. Jika di luar masih banyak hotel lain yang biaya semalam di sini bisa menginap seminggu disana? fasilitasnya juga jauh lebih baik dari kamar-kamar rumah sendiri. Paling tidak standarnya masih banyak pejabat yang menginap di situ. Jadi, apa alasannya?

"Memanjakan diri untuk memberikan semua yang paling terbaik yang bertujuan untuk memberi semangat untuk menghasilkan banyak uang dan membiasakan untuk berpikiran kaya. Menciptakan pikiran pasti untuk sesuatu yang dianggap sangat tidak mungkin agar menjadi kenyataan"

Rangkaian kata-kata yang terdengar hanya sebuah teori yang tidak mungkin. Akupun berpikiran itu sangat tidak realistis. Namun ini bukan pertama kali aku mendengar kata-kata itu. Beberapa buku teori motivasi dan nasehat keuangan sangat sering ditemukan cara menumbuhkan pikiran kaya ini. Sama seperti sumber suara dari kutipan diatas, penulis buku yang kebanyakan telah sukses finacial itu menuturkan pandangan dari pengalaman pribadinya.

Aku tidak tahu apakah pikiranku membenarkan atau menolak... Saat menikmati semua fasilitas itu aku membenarkan, ini akan menciptakan motivasi lebih untuk menghasilkan banyak uang. Namun saat terbentur dengan realita jumlah rupiah yang terkumpul setiap akhir bulannya, hatiku membisikan tidak mungkin. Tapi alam bawah sadar tetap di coba untuk tetap bekerja untuk mencari celah untuk menikmati fasilitas yang lebih dari itu tanpa harus kesulitan mencari uang. Robert Kiyosaki bilang kalau sudah berpikiran tidak mungkin kaya mana bisa kaya, berpikiran kaya itu susah pasti akan susah menjadi kaya...Itu katanya....Hasilnya? maneketehe...

Yang tersirat dari teori motivasi itu untuk membiasakan menikmati sesuatu yang berkualitas agar jiwa kita berpikiran kaya dan mampu menghasilkan banyak uang di banding orang lain. Bukankah 90 persen uang yang beredar di kuasai 10 persen orang dan 10 persen uang diperebutkan 90 persen orang. Menjadi bagian yang 10 persen kebebasan finansial tercapai. Tapi jika harus menjadi bagian 90 persen yang mati-matian memperebutkan 10 persen....??

Entahlah aku belum bisa mengatakan semua itu. Mereka berkata begitu karena sekarang mereka telah hidup di dunia itu. sedangkan aku masih termenung di jendela kamar hotel menatap lepas gedung-gedung di kota ini yang menjulang di antara awan biru.

Melirik ke bawah, di samping hotel and tower ini, rumah-rumah papan dengan atap genting berjejer di sisi rawa terlindung di balik gedung tinggi. Namun sangat jelas terlihat dari kamar hotel pencakar langit ini. Terlihat seperti kubus-kubus besar yang tentunya sangat KONTRAS dengan kemegahan ini...

Satu kantong plastik melayang dari kamar sebelah meluncur ke rawa. Seekor biawak terlihat terkejut dan menyelam dalam air yang berwarna kehijauan. Seorang anak kecil tanpa alas kaki mengais sampah memungut harapannya. Dari atas ini terlihat sangat kecil. Namun bagi anak itu melihat ke atas sangat besar dan sesuatu yang mustahil. Dari atas banyak yang enggan untuk melihat ke bawah. Entah karena takut jatuh atau karena angkuhnya suatu ketinggian.

Di bawah, aku yakin tidak ada terlintas kata-kata robert kiyosaki di pikiran anak itu. Yang ada di otakknya.... "Apa yang bisa ku makan untuk bertahan hidup hingga besok pagi".... Besoknya kata itu akan terulang lagi di alam bawah sadarnya. Langkah hidupnya hanya merealisasikan mimpi yang telah tertanam di ranah pikirannya.

Dua sisi yang sangat kontras... Menikmati hidup untuk meningkatkan fungsi alam bawah sadar dalam menghasilkan uang dengan pikiran hanya untuk bertahan hidup menjelang besok pagi. Untuk sekedar bermimpi saja mereka tidak sanggup. Maukah si "Robert Kiyosaki" tadi melihat anak kecil di pinggir rawa dekat rumah panggung dari papan itu? Entahlah karena gedung ini sangat tinggi sehingga hanya yang memiliki card yang bisa naik di lift hotel.

Teringat lagi tadi malam di lobi. Seorang gadis belia belasan tahun semester II di kampusnya. Dengan rambut ala gadis-gadis jepang yang sedang "in" saat ini, dia terlihat sangat menggairahkan. Kesegaran masih memancar dari wajah dan tubuhnya. Mencari uang tambahan untuk menikmati hidupnya. Berusaha menghasilkan banyak uang untuk menggapai kualitas hidup yang terbentuk di pikirannya. Dia mencari uang lebih untuk menjalani hidup kaya dan membiasakan menikmati kualitas hidup orang kaya. Ia langkahkan kakinya mengikuti seorang laki-laki paruh baya menuju kamar.

Lagi-lagi....Standar kehidupan kaya agar terbiasa hidup kaya. Hidup di kampus sesuai dengan keinginan.

Ku setel televisi. Headline berita hari ini tentang pejabat hukum yang berkolaborasi dengan pelaku pidana korupsi. Seorang pegawai hotel mengantarkan koran harian pagi ini. Masih juga berita Korupsi pejabat pemerintahan yang menghiasi halaman depan dan menjadi Headline. kendati telah memiliki banyak uang dan standar hidup kaya. korupsi masih sangat di gemari dan tiada habisnya. Tak ada batasan kehausan terhadap uang. Seperti permainan Monopoli yang dimainkan waktu masih kecil.

Kuhempaskan tubuh di atas tempat tidur. Pemilik hotel pebisnis yang menginvestasikan modalnya dengan berbagai upaya. Mafia hukum berkolaborasi. Pejabat melakukan korupsi. Perempuan itu menjual diri. Bandar narkoba, raja judi, dan masih banyak lagi. Semuanya untuk apa...? UANG!!!! Tinggal lagi standar uang itu dihasilkan secara wajar atau tidak...

"Uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang"
"Uang bisa bikin susah, tapi tidak punya uang akan lebih susah"
"Uang membuat orang penjahat, apalagi kalau tidak punya uang"
"Naik haji membutuhkan banyak uang, Beramal butuh uang"

Terlintas sebuah kata yang aku tak ingat baca dari mana. Persoalan hidup ini tidak terlepas dari uang. Saat aku kecil tidak tahu kalau yang ku makan di meja makan setiap hari bersumber dari uang. Orang tua yang pergi pagi pulang sore itu berkaitan dengan uang. Ya...hidup ini tidak terlepas dari uang.

Pelajaran hidup...Kulangkahkan kaki ke kamar mandi. Terasa kesegaran menjalari tubuhku saat tetesan air hangat dari shower mengusap muka dan setiap inci tubuhku....



Berita Terkait



2 komentar:

Anonim mengatakan...

sebuah paradok ya..

AMISHA mengatakan...

Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.

Nama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.

Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.

Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.

Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

Tinggalkan Pesan Di Bawah Ini. Terima Kasih

Berita Populer

Objek Wisata Danau Sigombak Tebo, Jambi
 
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com