Selasa, 28 April 2009

Warga Tebo Ulu Temukan 2 Bangkai Kerbau

. Selasa, 28 April 2009

Pencurian Ternak Terjadi Lagi

Teboulu,Sigombak-Setelah sempat reda beberapa waktu lalu, aksi pencurian ternak kembali terjadi di kabupaten Tebo. Senin (27/4) pagi, warga dusun Tanah Genting desa Teluk Kasai Rambahan, Tebo Ulu menemukan dua bangkai kepala kerbau di pinggir jalan padang lamo.

Kepala kerbau tanpa badan yang masih engalirkan darah segar tersebut tersebut merupakan sisa dari aksi pencurian. Di duga pencurian tersebut terjadi pada dini hari saat wara tertidur lelap oleh pelaku yang menggunakan kendaraan roda empat.
“Sepertinya sebelum dibunuh, kerbau tersebut dibius oleh pelaku. Dan setelah tidak berdaya makan langsung dipotong-potong dan dimasukkan ke mobil untuk dibawa dan di jual,” sebut salah seorang warga setempat yang enggan namanya dituliskan kemarin (28/4).

Pencurian seperti ini, bukan kasus baru. Selama ini aksi pencurian ternak yang umumnya tidak dikandang itu sering terjadi. Namun sejauh ini pelaku pencurian belum terungkap dan warga korban pencurian juga enggan melapor ke polisi.

Kasus pencurian yang terbesar dan paling menghebohkan terjadi beberapa bulan lalu. Puluhan ternak sapi dan kerbau milik warga di desa sapta mulya, desa karang dadi kecamatan Rimbo Bujang dan Rimbo Ilir juga pernah menjadi korban. Kasus serupa juga terjadi dikecamatan VII Koto Ilir Desa Teluk Kayu Putih ditemukan. Awal 2009 ini, diperkirakan lebih dari 40 ekor kerbau dan sapi yang menjadi korban dari aksi tersebut.

Pencurian ternak dengan peracunan yang menyebabkan puluhan kerbau dan sapi milik warga ini tidak hanya meresahkan warga. Pemerintah kabupaten (Pemkab) Tebo juga kuatir hal tersebut mempengaruhi program swasembada daging tahun 2012 yang dicanangkan Pemkab.

Kasi kesehatan hewan (Keswan) drh Musliadi beberapa aktu lalu mengatakan, kasus peracunan ternak sapi dan kerbau milik warga tersebut, dikhawatirkan membuat warga takut untuk memelihara. Pada akhirnya mereka menjual ternaknya kepada spekulan dan para jagal sapi/kerbau dipasaran.

“Peracunan oleh pencuri itu bisa mengakibatkan populasi warga yang memelihara ternak semakin berkurang, target swasembada daging di Tebo 2012 juga dikhawatirkan tidak akan tercapai,” tukasnya kemarin.

Kapolres Tebo AKBP Frangki Haryanto Parapat beberapa waktu lalu mengatakan pihaknya memprioritaskan untuk mengungkap sindikat pencurian ternak yang meresahkan warga. Polisi terus melakukan penyelidikan kasus yang membuat warga resah itu. “Pencurinya meracuni kerbau dan sapi dengan racun putas. Ternak itu tidak dikandang sehingga memudahkan aksi,” sebutnya beberapa waktu lalu.

Berita Terkait



0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

Tinggalkan Pesan Di Bawah Ini. Terima Kasih

Berita Populer

Objek Wisata Danau Sigombak Tebo, Jambi
 
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com