Kisah Loper Koran Merintis Usaha Dari Nol
Kalau menjadi agen Koran
tentu banyak. Namun yang berprofesi sebagai loper sangat sedikit. Dan kerap orang yang mencoba menjalani profesi hanya bertahan sebentar. Namun Tarman, telah 6 tahun bergelut dengan dunia ini dan mulai menapak kesuksesan.
MUARA TEBO-Rumah kontrakan di jalan sekubu tampak lengang dari luar. Sebuah sepeda motor terparkir di halaman rumah sederhana itu. Namun saat memasuki rumah, terlihat tumpukan Koran berbagai media harian dan tabloid yang tersusun rapi. “Ini Koran retur yang akan dikembalikan,” kata Tarman (33) membuka obrolan dengan didampingi isterinya Mahmuda (31).
Pria keturunan jawa ini sehari-hari memang berprofesi sebagai loper Koran dengan menerima Koran dari berbagai perusahaan yang bergerak di bidang media. Selanjutnya dia menditribusikan Koran tersebut ke puluhan pelanggan di dalam kota Muara Tebo. Saat ini dia bekerjasama dengan lebih dari 20 koran dan tabloid baik lokal maupun nasional.
Tidak hanya menunggu kiriman Koran dari mobil ekspedisi, Tarman juga menjemput sendiri Koran ke percetakan yang ada di kabupaten Bungo. Pukul 04.00 dini hari di saat orang masih menikmati mimpi, ayah Rizqi (3,5) ini telah mengendarai sepeda motor melawan dingin pagi menempuh jarak puluhan kilo meter. “Dalam sehari bisa menempuh jarak 160 KM,” ceritanya.
Tarman juga akrab dengan cuaca panas dan hujan. Namun untuk memuaskan pelanggan, hal itu bukan rintangan. Dia sanggup bekerja dalam cuaca yang panas maupun hujan dengan tirai jaket dan jas hujan. Dia harus mengantarkan Koran ke pelanggan harus tepat waktu agar Koran tidak kesiangan sampai ke tangan pembaca.
Profesi ini telah dilakoninya sejak tahun 2004 silam. Saat itu dia masih menjadi loper sebuah media harian. Namun berkat keuletannya, tawaran kerjasama dari berbagai media terus mengalir. Oplah setiap hari juga sanggup bersaing bahkan melebihi agen Koran yang ada dalam kota Muara Tebo. “Setiap media baru yang masuk ke Tebo, selalu mengajak bekerja sama,” tuturnya.
Pria yang sekarang rutin menjalankan hobinya bermain bulu tangkis ini tidak serta merta menuai kesuksesan. Dia telah menjalani berbagai profesi. Awalnya dia merantau dari jawa ke Pagar Alam, Sumatera Selatan dan bekerja sebagai kuli bangunan. Tahun 2004, bersama saudaranya mereka pindah ke Tebo.
Namun pekerjaan bangunan yang hanya musiman membuatnya kehilangan pekerjaan saat kontrak kerja berakhir. Dia pun pindah kerja sebagai pelayan rumah makan. Namun profesi itu hanya sanggup dijalani sekitar 4 bulan. Hingga akhirnya mencoba-coba menjadi loper Koran. “Enaknya jadi loper itu tanpa modal. Tapi kita harus bisa menjaga kepercayaan perusahaan,” tuturnya.
Sekarang, dengan keuletannya, dalam 6 tahun sebagai loper dia telah bisa membeli tanah, bangun rumah sendiri dan memiliki dua sepeda motor. Dia juga merintis usaha gorengan yang dijualnya saat malam hari hingga mejelang tengah malam. “Alhamdulillah, sekarang sudah terlihat hasil kerja selama ini,” kenang pria yang sudah empat kali pulang ke Jawa dengan mengendarai sepeda motor ini.
Semua orang tentu punya harapan yang ingin di gapai. Tarman juga masih menyimpan dan meperjuangkan cita-citanya untuk memiliki kios Koran sendiri. Impian ini telah lama diidamkannya. “Saat ini belum ada modal, mudah-mudahan nantinya bisa tercapai memiliki toko Koran sendiri,” harapnya menerawang.(***)
Minggu, 04 April 2010
Tempuh Jarak 160 KM Setiap Hari, Menerobos Hujan
Label: Potret, Tulisan-TulisankuDari Kepala UPTD, Pengusaha Sukses, Hingga Wakil Rakyat Dua Periode
Kisah PNS Yang Sukses Berhenti Dari PNS Umumnya masyarakat memimpikan dan berharap untuk hidup di jalur aman dengan menjadi PNS. Namun, Samsul Bahri, berani meninggalkan profesi yang diidamkan banyak orang itu dan memilih jadi pengusaha. Setelah melewati berbagai cobaan, dia sukses sebagai pengusaha dan sekarang menjadi wakil rakyat DPRD Tebo.
MUARA TEBO-Jika tidak memilih mundur dari PNS dengan mengajukan pensiun muda, mungkin sejarah hidup Samsul Bahri tidak seperti sekarang. Keputusan yang diambilnya pada tahun 1995 lalu telah mengantarkannya sebagai pengusaha sukses. Dan sekarang telah dua periode menjadi wakil rakyat DPRD Tebo.
Dengan perjuangan yang dijalaninya, dia telah meraih kesuksesan baik secara materi maupun jabatan. Dunia pengusaha telah mengantarkannya pada kesuksesan dan bias menikmati hidup masa tuanya. Kepercayaan dari masyarakat memberi kesempatan baginya untuk mengabdi sebagai wakil rakyat.
Samsul Bahri mengawali karirnya sebagai PNS pada era 1980an. Saat itu kabupaten Tebo masih bergabung dalam kabupaten Bungo-Tebo yang beribukota di kota Muara Bungo. Dalam karirnya sebagai PNS, pria asal desa Tabun kecamatan VII Koto, Tebo ini pernah menjabat kepala UPTD Dinas Pendidikan dan kebudayaan kecamatan Tebo Ulu.
Sayangnya, di tengah kesibukannya sekarang, Samsul Bahri agak sulit di temui. Tugas sebagai wakil rakyat dan juga ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Tebo membuatnya jarang di rumah. “Minggu kemarin, studi banding ke Bali . Habis itu menghadiri deklarasi calon Gubernur MM-Hich di Jambi. Dan sekarang masih dinas di Jogjakarta ,” kata Suhendri, putra sulungnya.
Setelah beberapa tahun menjadi kepala UPTD dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tebo Ulu Samsul yang biasa di sapa-uwak Samsul- itu di mutasi ke dinas P dan K di Muara Bungo. Dia menjabat sebagai kepala seksi di dinas tersebut pada tahun 1995. “Pada tahun itulah bapak memutuskan untuk pensiun muda,” kenang Suhendri yang akrab di sapa Bujang ini.
Motivasi untuk sukses sebagai pengusaha telah membuatnya mengambil keputusan yang bagi sebagian besar orang sebagai tindakan nekad. Dia merintis usaha sebagai pengusaha konstruksi dan pengadaan. Namun dia tidak langsung sukses. Usaha tersebut masih belum sesuai dengan harapannya. “Akhirnya di tahun 1997an kami pindah ke Batam,” kata Bujang.
Di Batam, jiwa entrepreneur Samsul melihat peluang usaha rumah makan dan cucian mobil. Usahanya cukup sukses, Samsul muda pun bangkit kembali. Setelah sukses sebagai pengusaha dia kembali ke kabupaten Tebo yang merupakan kabupaten baru hasil pemekaran Bungo-Tebo.
Dia kembali merintis cita-citanya menjadi kontraktor. Berkat keuletannya, pria yang pernah menjabat Ketua Gabungan Pengusaha Konstruksi Indonesia (Gapensi) Kabupaten Tebo ini menuai sukses. Selain sebagai pengusaha, Samsul juga turun ke dunia politik dan terpilih menjadi ketua DPD PAN Tebo.
Pada tahun 2004, Samsul pun turun ke kancah politik dengan mencalonkan diri sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) Tebo III. Walau tidak langsung menjadi wakil rakyat, dia mampu mendongkrak perolehan suara PAN di Tebo III. MT Azri yang nomor urut pencalonan di atasnya berhasil duduk di parlemen.
Bak pepatah, tidak lari gunung di kejar. Pada tahun 2008, Samsul akhirnya berhasil juga mencapai mimpinya untuk mengabdi sebagai wakil rakyat. Dia menggantikan MT Azri yang tersandung kasus amoral. Proses pergantian antar waktu (PAW) telah mendudukkannya di Komisi I DPRD Tebo walau hanya kurang dari satu tahun masa bakti.
Dan di tahun 2009, Samsul kembali mencalonkan diri. Kali ini dia sukses. Samsul berhasil meraup suara terbanyak di antara politiss PAN dari daerah pemilihan Tebo III. Diapun duduk sebagai wakil rakyat untuk masa bakti 1999-2014. Saat ini, di usianya yang telah kepala lima , Samsul terus mengabdi sebagai wakil rakyat.
Saat ini, selain pengabdiannya sebagai wakil rakyat, Samsul terus berjuang untuk membesarkan Partainya, PAN di kabupaten Tebo. Dia mengharapkan pada tahun 2011 mendatang, PAN Tebo mampu mengusung calon Bupati yang potensial dan memenangkan Pilbup tahun depan.
“Saat ini saya ingin mengabdi kepada masyarakat sebagai wakil rakyat dan sebagai ketua DPD PAN, saya ingin membesarkan PAN di kabupaten Tebo. Target kita tahun 2011 bisa mengusung calon Bupati dan memenangi Pilbup,” kata Samsul dalam suatu kesempatan berbincang beberapa bulan lalu di rumah PAN jalan lintas Tebo-Bungo.(****)
Berita Populer
-
Tak di sangkal bahwa tujuan utama dari membuat blog antara lain adalah agar tulisan-tulisan kita bisa di baca oleh orang lain atau pengunjun...
-
Buat rekan-rekan blogger yang telah memasang iklan kumpulblogger di blognya baik blogspot, silahkan berbagi pengalaman dengan memposting kom...
-
Suksesnya penayangan film Ayat-Ayat cinta (AAC) ternyata tidak hanya membius kalangan remaja dan masyarakat umum. Film garapan sutrada...
-
Ku buka mata. Udara dingin yang mengalir dari AC kamar ini menambah berat tubuhku untuk bangun dan keluar dari selimut tebal. 09.30 WIB lewa...
-
Sungai bawah laut ini terdapat di Cenote Angelita, Meksiko. Terdapat sebuah gua yang jika diselami sampai kedalaman 30 meter, airnya adalah ...
-
Kota Muara Tebo sering menjadi ibu kota kabupaten. Bahkan sebelum menjadi ibu kota Kabupaten Tebo. Tidak percaya ? Tengok saja kilasan sejar...