Satu lagi film yang memuat kehidupan dunia islam. Namun film yang satu ini mengkritisi kehidupan dalam penerapan islam oleh ulama-ulama islam. Dengan dalih Islam, kaum perempuan di diskriminasikan. Begitulah kira-kira gambaran kritisi jalan cerita film Perempuan berkalung Sorban.Tapi kritisi melalui film ini membuat ulama dan pihak pondok pesantren "Kepanasan". Beberapa ulama menilai film itu mencitrakan Islam sangat buruk dan telah melakukan fitnah terhadap pesantren. Mereka menyerukan agar film itu tidak ditonton alias diboikot. Ini mendapat tanggapan dari sejumlah perempuan Islam itu sendiri.
Kritisi dari kalangan Perempuan Berkalung Sorban menceritakan perlawanan Anissa, seorang santriwati terhadap pengekangan perempuan di pesantren. Dalam film itu, Annisa berkata Islam tidak adil terhadap perempuan. Film menampilkan diskriminasi terhadap perempuan yang dilakukan ulama dengan dalih agama, seperti perempuan tidak boleh jadi pemimpin, perempuan tidak boleh naik kuda, perempuan tidak perlu berpendapat dan perempuan tidak boleh keluar rumah tanpa disertai muhrimnya. Setting film ini karya hanung bramantio ini rentang tahun 1980-an hingga 1998.
Berikut gambaran singkat film Perempuan Berkalung Sorban
Kisah berawal dari sebuah pesantren Al-Huda di Jawa Timur milik Kyai Hanan (Joshua Pandelaky) pada tahun 80-an. Seorang gadis berumur sepuluh tahun Annisa (Nasya Abigail) yang menjadi anak ke tiga dari sang Kyai berbeda dengan gadis kecil lainnya di daerah tempat pesantren itu. Ketika kedua saudara laki-lakinya belajar menunggangi kuda, Annisa kecil ingin juga belajar. Namun, dia dilarang oleh kedua orang tuanya, karena dia seorang perempuan.
Annisa merasa tak nyaman dengan lingkungan pesantren dan keluarganya karena selalu ‘menyampingkan’ statusnya sebagai perempuan dengan alasan syariat Islam. Untungnya ada salah satu orang yang mengerti kegelisahan Annisa yang keras kepala dan mengajari Annisa naik kuda, dia adalah Khudori (Oka Antara) seorang lelaki cerdas dengan pikiran terbuka. Namun, perlindungan Khudori tak berlangsung lama karena dia harus pergi ke Al-Azhar di Kairo untuk melanjutkan kuliahnya dan meninggalkan Annisa sendirian.
Annisa (Revalina S Temat) telah remaja dan memutuskan untuk melamar beasiswa di sebuah Universitas Islam di Yogjakarta. Namun, Annisa mendapat garis lain dalam hidupnya yaitu masuk ke dunia pernikahan. Annisa dijodohkan dengan Samsudin (Reza Rahadian) anak seorang Kyai yang membantu pesantren Al-Huda. Dunia pernikahan dirasa Annisa buruk karena perbuatan kasar dan tekanan yang dilakukan sang suami. Tak hanya perlakuan kasar yang didapatkan, Annisa juga dipoligami. Annisa tak bisa berbuat apa-apa karena syariat Islam yang selalu ada dalam dirinya bahwa perempuan harus mengikuti apa yang dilakukan suami dan menurut apa kata suami.
Annisa selalu merasa kalau perempuan menjadi warga negara kelas dua, ditindas hak-haknya dan dilupakan suaranya. Namun, semuanya berubah ketika Khudori datang kembali ke Al-Huda dan bertemu dengan Annisa. Benih-benih cinta yang dirasakan sejak kecil masih ada dalam diri Annisa dan Khudori. Mereka pun disangka telah melakukan hal yang tak diperbolehkan sebagai seorang lelaki dan istri orang. Annisa akhirnya diceraikan sang suami dan dia memutuskan untuk pergi ke Yogjakarta.
Di Yogjakarta Annisa mulai memperlihatkan bakatnya dengan menulis. Dia bekerja di sebuah kantor konsultan dan menjadi konsultan handal. Annisa pun menikah dengan Khudori dan kembali ke Al-Huda dengan membawa buku-buku karyanya. Annisa ingin santri-santri yang ada di sana belajar memperjuangkan haknya sebagai perempuan dengan banyak membaca dan menulis. Namun, di pesantren itu terdapat larangan membaca buku yang berbau dunia luar. Annisa memperjuangkannya dengan membuat perpustakaan di Al-Huda.
Bagaimana ya kira2 nasib film ini...??
Tulisan Terkait:
-Fitna Versus Ayat-Ayat Cinta
-Fenomena Ayat-Ayat Cinta
Jumat, 06 Februari 2009
Ulama Dan Pesantren Di Kritik Perempuan Berkalung Sorban
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Berita Populer
-
Warga Kabari Wartawan, Polhut Masih Bungkam Selama ini, tersangka pelaku perambahan hutan produksi (HP) yang ditangkap selalu menimpa peker...
-
MUARA TEBO- Aksi masyarakat desa Pelayang yang melakukan protes terhadap perbedaan harga beli Tandan Buah Sawit (TBS) yang dilakukan PT Te...
-
Beredarnya selebaran berbau provokasi tersebut juga disayangkan tim pasangan nomor urut tiga, Yopi-Sapto. Syamsu Rizal dari partai koalisi...
-
MUARATEBO- Tim pemenangan pasangan Ridham-Eko yang dikoordinir Mursalim dan Arfan dan telah melebur menjadi tim Yopi-Sapto terus bergerak me...
-
Komisi I: Padahal SD Itu Kekurangan Guru MUARA TEBO -Walaupun SDN 23/VIII Desa Tuo Ilir Kecamatan Tebo Ilir masih kekurangan tenaga pengaj...
-
TEBO TENGAH –Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan keterlibatan Kepala Desa (Kades) pada Pilkada 10 Maret lalu sepertinya ...
-
MUARA TEBO- Tiang listrik PLN di Jalan Asoy Desa Bedaro Rampak kecamatan Tebo Tengah, tiba-tiba dicabut begitu dipindahkan ke desa Bedar...
-
Sementara itu, walau warga menolak, PT ISA tetap ngotot untuk tetap beroperasi untuk membuka lahan. Firdaus, salah satu dari perwakila...
-
MUARA TEBO- Penolakan masyarakat desa Semambu kecamatan Sumay terhadap PT Inti Starindo Agromakmur(PT ISA) mendapat dukungan dari DPRD Teb...
Objek Wisata Danau Sigombak Tebo, Jambi
0 komentar:
Posting Komentar
Tinggalkan Pesan Di Bawah Ini. Terima Kasih