Tampilkan postingan dengan label Jambi Dalam Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jambi Dalam Berita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 April 2011

Salim Tidak Terpengaruh Statemen Toha, Tetap All Out Untuk Yopi-Sapto

. Kamis, 28 April 2011
0 komentar

MUARATEBO-Pengalihan dukungan tim pemenangan yang dikoordinir Mursalim dan Arfan dari Ridham-Eko ke pasangan Yopi-Sapto dipersoalkan tim sukses Ridham-Eko. Ketua Ridham Centre, M Toha yang meyebutkan Mursalim Cs bukan bagian dari tim melainkan hanya simpatisan membuat Mursalim meradang.


"Waktu memperjuangkan pak Ridham dulu, tim pemenangan ini yang bergerak dan mencari suara bukan dia (M Toha, red). Jadi dulu saya memang tim pak Ridham. Makanya saya terkejut dengan statatemen Toha di Radar Tebo hari ini (kemarin, red)," kata Mursalim yang akrab disapa Salim ini Kamis (28/4).


Salim yang kemarin lagi berada di gedung DPRD Tebo ini menuturkan, tugas mereka selaku tim pemenangan Ridham-Eko telah berakhir sejak hari pencoblosan tanggal 10 Maret lalu. Karena setelah mengetahui penghitungan suara cepat, pada hari itu juga tim langsung dibubarkan oleh Cabup Ridham.


"Karena tugas kami di tim Ridham-Eko telah selesai, makanya kami memutuskan untuk mendukung pasangan Yopi-Sapto pada pemungutan suara ulang nanti. Saya rasa Pak Ridham sendiri tidak mempermasalahkan pilihan politik kami ini," tegasnya pria asal Jati Belarik, Tebo Tengah ini.


Katanya, karena selama proses Pilkada 10 Maret lalu tim pemenangan yang bergerak di lapangan, makanya kami optimis akan menyumbangkan 70 persen suara perolehan pasangan Ridham-Eko yang pada Pilkada lalu meraup 12 ribuan suara.


"Terserah Toha nak ngomong apo, nak ngadu kemano, kami akan tetap all out mendukung dan berjuang untuk memenangkan pasangan Yopi-Sapto," tukasnya.


Diketahui, sebelumnya Toha mengatakan Mursalim Cs bukan tim Ridham-Eko. Toha menyebut kalau Salim hanya mencatut selaku tim Ridham-Eko dan pencatutan itu akan dikaji secara hokum oleh Tim Ridham.


Dalam perbincangan dengan Radar Tebo kemarin, Salim juga meminta Toha untuk berfikir untuk mendahulukan kepentingan kemajuan kabupaten Tebo ke depannya. " Tolonglah pikirkan kepentingan kabupaten Tebo. Janganlah mementingkan kepentingan pribadi," harapnya.


Seperti diberitakan Radar Tebo sebelumnya, Toha mempersoalkan tim yang dikoordinir Salim dan Arfan yang menyatakan sebagai tim Ridham-Eko pada Pilkada 10 maret lalu dan pada Pilkada ulang ini mengalihkan dukungan ke pasangan Yopi-Sapto.


"Saya tidak mempermasalahkan dukungan tim mereka, tetapi jangan mengatasnamakan tim Ridham-Eko. Kita akan kaji pencatutan nama itu secara hukum," kata Toha dua hari lalu.(Radar Tebo)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Pemungutan Suara Ulang Tebo Dilakukan Pada 5 Juni 2011, Telan APBD Rp 3,67 Milyar

MUARATEBO–Akhirnya KPUD Tebo memutuskan waktu pelaksanaan Pilkada Ulang kabupaten Tebo sesuai dengan perintah Mahkamah Konstitusi (MK) dalam putusan sidang sengketa Pilkada Tebo. Dalam rapat pleno KPUD Tebo Kamis (28/04) ditetapkan pemungutan suara dilakukan tanggal 5 juni 2011 mendatang.

Ini dikatakan oleh Ketua KPUD Tebo melalui Divisi Kampanye pemungutan dan penghitungan suara KPUD Tebo Subirman usai pleno malam kemarin. Untuk Pemungutan suara ulang ini KPUD Tebo mulai melakukan persiapan logistic.

"Sudah final 5 juni mendatang. Itu hasil pleno KPUD. Dan untuk logistik sudah kita persiapkan, dipastikan untuk surat suara pada tanggal 25 Mei sudah sampai di KPUD Tebo," terangnya kepadaRadar Tebo via ponsel kemarin.

Dijelaskannya, proses pendistribusian logistic dan surat suara ke kecamatan diperkirakan akan dilaksanakan pada tanggal 1 sampai tanggal 4 Juni. Dan tentunya setelah diterimanya surat suara tersebut di KPU, maka akan dilakukan pensortiran dan pelipatan kertas suara.

Pada Pilkada ulang ini tidak ada lagi tahapan kampanye yang harus dilakukan kandidat. "Hanya saja setiap kandidat diperbolehkan melakukan sosialisasi ke masyarakat berkaitan tentang hari pelaksanaan pemungutan suara ulang," jelasnya.

Jika sebelumnya anggaran Pilkada ulang ditetapkan senilai Rp 3,2 Milliar, Subirman mengatakan, anggaran tersebut telah ditambah, menjadi Rp. 3,6 Milliar. "Sebelumnya anggaran ditetapkan sebesar Rp 3,2 dengan menggunakan anggaran putaran kedua, maka kini ditetapkan menjadi Rp 3,677.624.920," pungkasnya. (swi)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Selasa, 19 Mei 2009

Bupati Di Demo Ratusan Warga Betung Bedarah Barat

. Selasa, 19 Mei 2009
0 komentar






Tagih Janji Kampanye Pilkada
Sigombak-Ratusan warga desa Betung Bedarah Barat kecamatan Tebo Ilir laki-laki dan perempuan senin siang (18/5) mendatangi kantor Bupati Tebo. Mereka menuntut agar desa mereka dialiri jaringan listrik layaknya desa-desa yang lain. Menurut mereka janji itulah yang dulu dilontarkan Bupati saat kampanye pada ajang pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2006 lalu.

Mereka mendatangi areal perkantoran dengan menggunakan kendaraan roda empat sekitar pukul 11.30 WIB. Aksi mereka tertahan di gerbang areal perkantoran. Pintu yang tertutup rapat dan di kawal puluhan anggota Polres Tebo dan Pol PP membuat mereka terhenti. Di sini mereka menyampaikan orasi sekitar 1 jam. Mereka menyampaikan tuntutannya melalui karto yang bertuliskan, Bupati pilih kasih, Mana Janjimu? Dan lainnya.

“Desa kami menyumbang PAD terbesar untuk Tebo, pajak dari daerah kami juga sangat besar, kenapa desa kami tidak mendapat aliran listrik? Jangan pilih kasih, Kami ingin Bertemu Majid Muaz” kata Mulyadi, yang menjadi orator dan disambut sorak-sorak warga lain. Selain melalui tulisan karton, mereka juga menunjukkan lampu petromak bekas sebagai lambang listrik belum masuk desa mereka.

Upaya aparat untuk menahan warga kandas saat warga ingin bertemu langsung dengan Bupati Tebo Drs H A Madjid Muaz MM. Upaya negosiasi yang di tawarkan Kapolres Tebo, AKBP Frangki Haryanto gagal. Warga bersikeras untuk masuk. Setelah disetujui untuk tidak anarkhis dan dikawal aparat, warga akhirnya merangsek ke areal perkantoran dengan berjalan kaki sekitar 200 meter.

Di pintu gerbang kantor Bupati, warga kembali di hadang aparat. Mereka kembali berorasi. Mereka kembali menagih janji tentang listrik dan jalan desa. “Dulu kata Bupati, kalau tidak discraft jalan desa kami, maka cukur saja jenggot Kepala Dinas PU, sekarang kalau Bupati tidak mau mencukur jenggot pak Sapto, biar kami saja yang mencukurnya,” kata warga lagi.

Warga mengancam untuk tidak akan membubarkan diri dan tetap bertahan tinggal di areal perkantoran sebelum bertemu Bupati. Akhirnya, setelah melalui negosiasi yang alot, 5 perwakilan warga diizinkan untuk masuk kantor Bupati untuk diskusi. Mereka yakni, Guntur, Ramli, Syamsudin, Sargawi, dan Mulyadi. Mereka diterima di aula kantor Sekda Tebo.

Ngotot Ketemu Bupati, Warga Di Bohongi
Pertemuan itu dipimpin oleh Asisten I Bukhari Usman. Hadir, Kepala Ranting PLN Tebo, Budi Prasetyo, Camat Tebo Ilir, Hamdi, Kabag Humas Dodi Chandra, Kakan Pol PP, Marzuki Agus dan Kasat Intel AKP Zainal. “Kami memang telah menargetkan agar seluruh desa di aliri listrik, namun semua itu ada prosedurnya untuk keamanan warga juga,” kata Bukhari Usman.

Budi kepala PLN menambahkan, pemasangan listrik itu harus sesuai teknis, kalau dipaksakan maka akan mengancam keselamatan warga. Karena itu perlu dilakukan pengecekan agar sesuai standar. “Makanya di uji dulu, kalau sudah layak maka bisa dibangun jaringan dan dialiri listrik,” terang Budi.

Namun karena tidak diterima langsung oleh Bupati, warga menolak melanjutkan diskusi. “Kami hanya ingin bertemu langsung dengan Majid Muaz yang membuat janji,” kata Guntur.

Asisten I Bukhari Usman mengatakan kalau Bupati lagi urusan dinas dan rapat staf. Dia bahkan sempat emosi, karena warga menolak menerima penjelasan dari Kepala Ranting PLN dan Kabag Humas.

“Itu hanya janji-janji lama, kami tidak mau melalui perantara, jika kami tidak dipertemukan, kami akan boikot Pilpres,” balas Guntur yang juga mantan Sekdes Desa tersebut. Penolakan juga ditegaskan oleh 4 perwakilan warga lainnya.

Kakan Pol PP Marzuki Agus juga berusaha membujuk warga. Katanya, Bupati tidak bisa menemui warga karena sedang melakukan tugas kenegaraan. “Bupati tidak berada di Tebo, dia sekarang di Jakarta untuk persiapan menghadapi Pilpres,” katanya.

Karena tidak sesuai dengan harapan, Akhirnya perwakilan warga ini meninggalkan aula. Mereka kembali membaur dengan ratusan warga lainnya dan kembali melakukan orasi. Mereka mulai nekad untuk merangsek masuk menembus pertahanan aparat.

Kapolres Tebo Frangky, Bukhasi Usman, dan Marzuki Agus langsung turun tangan mengamankan warga dan meminta agar membubarkan diri. Namun warga tetap menolak dan berusaha masuk.

Kapolres juga berusaha untuk membubarkan warga. “Saya telah menelepon Bupati, dan saat ini dia berada di Jakarta dan belum bisa bertemu dengan saudara-saudara. Saya tidak bohong, kalau bohong, maka celakalah saya dunia akhirat,” tegas Kapolres dengan nada emosi.

Namun warga tidak bergeming. “Jangan marah-marah pak. Kami saja tidak marah-marah. Kami hanya ingin bertemu Bupati danmenagih janji,” kata warga. Kata-kata ini membuat Kabag Ops Edi Sumadi emosi. “Kau jangan ngomong sembarangan,” katanya sambil menunjuk warga yangmemang toa. Untung tidak terjadi bentrok antara polisi dan warga.

Kendati tidak lagi mendesak masuk, warga membuktikan ancaman untuk menduduki areal perkantoran. Mereka mulai masak air untuk minum mereka. Sementara aparat tetap siaga untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan.

Sementara itu, sekitar 8 KM dari lokasi demontrasi, tepatnya di rumah pendopo rumah dinas, Bupati Tebo menghadiri rapat pleno penetapan anggota DPRD periode 2009-2014. Ternyata Bupati masih berada di kota Muara Tebo bukan di Jakarta.

Mengetahui Bupati berada di rumah dinas, warga langsung menuju ke rumah dinas. Namun hanya perwakilan yang diperkenankan untuk bertemu langsung secara tertutup. Ratusan warga lainnya menyusul ke rumah dinas hingga sekitar pukul 18.30 WIB sore senin (18/5).

Klik disini untuk melanjutkan »»

Rabu, 18 Februari 2009

Mayat Wanita Di Tungkal Ternyata Warga Rimbo Bujang Yang Sekolah Di SMK 4 Jambi

. Rabu, 18 Februari 2009
2 komentar

Sigombak- Temuan sesosok mayat perempuan di RT 03 Hamparan 3 Blok A Desa Tebing Tinggi Kecamatan Tebing Tinggi diketahui bernama Dini Alfiandi (17) warga Rimbo Bujang Kabupaten Tebo yang sekolah di SMK 4 Kota Jambi. Rabu (18 februari) mayat yang sudah membusuk dan sulit dikenali itu di bawa ke Rumah Sakit Umum Raden Mataher Kota Jambi untuk di Otopsi di rumah sakit Raden Mattaher Jambi.

Mayat Dini saat ditemukan kondisinya sangat menggenaskan sekali sebagian tubuh korban terutama pada bagian kepala terlihat terkelupas dan nyaris tidak dikenali lagi. Mendengar adanya temuan mayat tersebut orang tua korban langsung mengontak Polisi guna memastikan apakah mayat tersebut adalah anaknya yang hilang.

Terkait Ini:
-Jambi Dalam Berita: Di Tungkal, Wanita Tidak Dikenal Ditemukan Tewas

Klik disini untuk melanjutkan »»

Selasa, 17 Februari 2009

Jambi Dalam Berita

. Selasa, 17 Februari 2009
0 komentar

Di Tungkal, Wanita Muda Tewas Membusuk Dalam Parit-Di Bulian, ABG Tewas Masuk Rawa, Dua Selamat-Di Sarolangun, Suku Kubu Datangi Bupati-Di Sabak, Kolam Damkar Jebol??-Di Bangko, Warga Ngeluh Raskin Belum Disalur


Sigombak- Warga Tebing Tinggi Kecamatan Tungkal Ulu selasa (17 februari) sekitar pukul 09.30 wib dihebohkan dengan temuan mayat seorang wanita muda tanpa indentitas tewas secara menggenaskan di dalam parit dalam keadan terlungkup di Rt 03 Hamparan tiga Blok A Desa Tebing Tinggi Kecamatan Tungkal Ulu. Mayat tersebut mulai membusuk dan telah mengeluarkan bau menyengat.

Di Bulian, ABG Tewas Masuk Rawa, Dua Selamat

Sigombak
-Insiden berdarah terjadi selasa (17 februari), sekitar pukul 13.20 WIB di kota Muara Bulian kabupaten Batang Hari. Wulan (14) warga Kelurahan Teratai, tewas setelah sepeda motornya nyungsep ke rawa di Eks Arena MTQ Muarabulian bersama dua orang temannya Devi (14), warga Teratai, dan Lina (14) warga Kelurahan Rengas Condong, Muarabulian.

Korban baru saja pulang dari sekolahnya di SMPN 21 Muarabulian mengendarai Sepeda Motor Honda Supra. Diperkirakan, penyebab kecelakaan mereka karena tidak mampu menguasai kendaraan saat berada di tikungan tajam. Jenazah wulan disemayamkan di rumah duka, sedangkan dua temannya di rawat di RSUD HAMBA Muara Bulian.

Di Sarolangun, Kubu Datangi Bupati, Pertanyakan Status Hukum Pemimpinnya Oleh Polisi

Sigombak-Sepuluh warga suku anak dalam (SAD) selasa (17 februari) sekitar pukul 15.00 WIB, yang terdiri dari empat orang anak-anak dan enam orang dewasa mendatangi kantor Bupati Sarolangun. Kedatangan mereka adalah untuk menemui Bupati Sarolangun atau Pemerintah Kabupaten guna mempertanyakan status hukum temenggung mereka yang ditahan.

Kedatangan mereka terkait penahanan Temenggung Jelitai oleh Polres Sarolangun dan kini telah di pindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bangko. Hal itu membuat pihak dari Temenggung Jelitai bingung tentang status hukum temenggung mereka.
Soalnya, penyelesaian secara hukum adat rimba oleh kedua belah pihak yang bertikai yaitu Temenggung Jelitai dan Temenggung Majid beberapa waktu lalu, telah diselesaikan secara adat oleh pihak Jelitai dengan membayar denda 1000 lembar kain kepada pihak Temenggung Majid.

Di Sabak, Kolam Damkar Jebol

Sigombak
-Kolam air (Reservoir) milik dinas Tatakota guna mengisi air mobil pemadam kebakaran (Damkar) rusak parah, padahal pembuatan Reservoir ini merupakan proyek tahun 2008 dengan pagu dana sebesar Rp 270 juta lebih yang berasal dari APBD Tanjab Timur.
Pengerjaannya selesai pada 15 Desember 2008 lalu selaku kontraktor pelaksana CV Ratu Nuriza (H Zam, Direktur). Namun saat ini kondisi dinding kolam yang terletak di belakang kantor Dinas Tata Kota di komplek perkantoran bukit Menderang ini sudah jebol.
Kepala Bidang Damkar Dinas Tata Kota Tanjab Timur, Mustapa selasa (17 februari mengatakan, penyebab jebolnya dinding kolam karena faktor alam. AKibat hujan deras membuat jebolnya dinding kolam. Dikatakan Mustapa, bangunan kolam ini sekarang masih dalam masa pemeliharaan yang sepenuhnya merupakan tanggungjawab kontraktor CV Ratu Nuriza.

Di Bangko, Warga Ngeluh Raskin Belum Disalur

Sigombak-Hingga selasa (17 februari) raskin pada Bulog Devisi Regional Wilayah IV Sarko (Kabupaten Merangin dan Kabupaten Sarolangun) untuk 2009 balum disalurkan. Terlambatnya penyaluran raskin tersebut, karena belum ada data yang akurat dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Merangin dan Sarolangun.

Sampai pertengahan Februari 2009, jatah raskin di Kabupaten Merangin dan Sarolangun belum disalurkan kepada yang berhak menerimanya. “Diperkirakan awal Maret 2009 baru disalurkan, karena masih menuggu data yang akurat dari BPS Merangin dan Sarolangun,’’ ungkap Drs Mansyur, Kepala Subdivre Bulog Wilayah IV Sarko di Bangko.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Berita Populer

Objek Wisata Danau Sigombak Tebo, Jambi
 
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com