| MUARATEBO-Pasca pemungutan suara ulang pemilukada Tebo 5 Juni lalu mencuat rumor banyak PNS Tebo yang mengajukan untuk pindah ke daerah lain. Mulai dari PNS kalangan pejabat hingga kalangan staff dikabarkan telah mengajukan karena ketakutan imbas dari pertarungan politik pada Pemilukada Tebo.
Angka yang dirumorkan juga tidak sedikit, lebih dari 90 orang yang disebut-sebut. Nama-nama pejabat penting di kabupaten Tebo juga dikaitkan dengan isu tersebut. Baik mengajukan pindah ke Provinsi maupun juga ke kabupaten lain seperti Bungo, Muarajambi dan Tanjabtim.
Saat dikonfirmasi soal rumor tersebut, Plh Bupati Tebo Abdullah mengatakan dirinya baik selaku Plh Bupati maupun sebagai Peltu Sekda tidak pernah menerima pengajuan pindah dari PNS Tebo. "Tidak ada yang mengajukan pindah, kalau ada tentu saya tahu itu, karena saya kan peltu Sekda dan juga Plh Bupati," katanya menjawab Radar Tebo Rabu (15/6) kemarin.
Menurutnya, pengajuan pindah juga bukan hal yang mudah dan membutuhkan proses yang panjang. Seperti persetujuan dari pemerintah tempat di tuju dan juga persetujuan dari pemerintah yang akan ditinggalkan. "Kemudian harus perseujuan dari Gubernur, tentu itu bukan persoalan mudah dan butuh proses," katanya.
Namun, katanya, jika ada PNS yang pindah dengan alasan yang jelas, dirinya tidak berhak untuk melarang. Karena itu merupakan hak azazi dari PNS tersebut sepanjang memenuhi syarat. "Kalau saya larang, itu pelanggaran hak azazi," tukas Abdullah menandaskan.(Radar Tebo) |
Kamis, 16 Juni 2011
PNS Tebo Dirumorkan Mengajukan Pindah, Plh Bupati Menjawab
Label: guru, Lowongan CPNS Tebo, pns, SD, sekolah, teboMinggu, 08 Mei 2011
Cekik Leher Guru, Pensiunan Guru Dipolisikan
Label: guru, sekolahRIMBOBUJANG – Rabu lalu (4/5) salah seorang Guru di SDN 194/VIII Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang, Agustinar (46). Menjadi Korban penganiayaan oleh salah seorang warga yang diketahui pensiunan Guru berinisial BP dan berujung laporan ke Polsek Rimbo Bujang.
Menurut Agustinar yang mengajar Kelas 3 di SD 194 kepada koran ini, menjelaskan alasannya melaporkan BP ke Polisi pada Malam Kamis (4/5) atas tuduhan penganiayaan.
"Saya lapor Polisi karena saya dicekik di Sekolah," terang Agustinar yang didampingi Suaminya sesaat setelah mereka lapor dari Polsek Rimbo Bujang.
Diungkapkan awal mulanya dirinya sampai dicekik oleh BP, kejadiannya pada Rabu siang (4/5) sekitar pukul 10.00 WIB tempat kejadian perkara (TKP) di Kantor SDN 194/VIII Wirotho Agung.
Ketika itu dirinya sedang mengajar di kelas dipanggil oleh salah seorang rekan mengajarnya, katanya dirinya dipanggil oleh Kepala Sekolah yakni Dumeri.
Namun, belum sampai masuk ke dalam ruangan Kantor atau baru sampai didepan Pintu Kantor, dari dalam ruangan Kantor tiba – tiba muncul BP ke arahnya dan langsung mencekik leher Agustinar sambil mengatakan "Kamu pelawan" sebanyak kurang lebih dua kali, cerita Agustinar.
Karena dirinya seorang perempuan yang takut dengan seorang laki – laki yang emosi terlebih lagi yang mencekiknya adalah BP, Agustinar tidak berdaya untuk melawan dan hanya diam sambil merasakan cekikan tangan BP yang kuat dan kencang dan korban Agustinar mengaku kepada koran ini, ketika dicekik oleh BP dirinya ketika itu sempat terkencing didalam celana karena rasa takut dan kaget.
Pada saat BP mencekik korban, disaksikan langsung oleh Kepala Sekolah dan Guru lainnya. Namun, usaha untuk melerai dengan melepaskan tangan BP yang mencekik leher korban, juga sia – sia karena cengkraman tangan BP sangat kuat.
Karena tidak bisa dilepaskan, Syafnidar rekan korban berteriak sambil mengatakan kepada BP, buka Sawara BP (Buka celana BP-Red) bunuh be, BP Anjing. Mendengar ucapan itu, BP melepaskan tangannya dari leher korban dan langsung menghampiri Syafnidar dan hendak menamparnya. Namun, ketika itu Syafnidar menghindar.
Setelah keributan didalam SDN 194 tersebut, BP pun pulang. Sementara, korban dan rekan – rekannya yang lain dipanggil oleh Kepala Sekolah untuk di BAP, ujar Agustinar.
" Saya tidak pernah ada masalah dengan BP, tiba – tiba dia mencekik leher saya," ujar korban. Untuk perlindungan dan keamanan kami, imbuhnya, masalah ini dilaporkan ke Polsek Rimbo Bujang dan telah dilakukan visum.
Sementara, menurut Suami korban Yusro, Bukannya kami tidak ingin berdamai, sejauh ini belum ada niat baik dari pihak sana. Yang jelasnya, biarlah Polisi yang menangani kasus ini, jelasnya. Dia menjelaskan bahwa masalah Istrinya dianiaya oleh BP juga telah dilaporkan ke Dinas Pendidikan. (bee) |
Minggu, 01 Mei 2011
Sebulan Mendapat SK PNS, Guru SD 23/VIII Desa Tuo ILir Pindah
Label: guru, Lowongan CPNS Tebo, pns, SD, sekolahKomisi I: Padahal SD Itu Kekurangan Guru MUARA TEBO-Walaupun SDN 23/VIII Desa Tuo Ilir Kecamatan Tebo Ilir masih kekurangan tenaga pengajar, guru di sekolah itu sering dipindahkan ke sekolah lain. Kepindahan guru yang paling terbaru yakni guru atas nama Lena Maryani yang merupakan guru PNS pengangkatan tahun 2009 yang ditempatkan desa tersebut dan baru sekitar sebulan lalu mendapat SK PNS. Akibatnya, SD 23 /VIII yang termasuk SD inti itu kekurangan tenaga pendidik. Dengan jumlah murid yang mencapai 270 orang yang mengajar disana hanya 5 orang guru PNS dan satu Kepala Sekolah. Sehingga sekolah tersebut kekurangan banyak tenaga guru. Baik guru kelas maupun guru bidang studi agama Islam. "Idealnya, untuk satu sekolah minimal 10 guru, ini kok Cuma 5 orang. Itu baru jumlah minimal. Jadi tidak seharusnya guru dipindahkan dari sekolah itu," kata Hamim anggota komisi I DPRD Tebo saat berbincang dengan Radar Tebo dan wartawan harian lain pada jumat lalu. Sebagai wakil rakyat dari deerah tersebut, Hamim mengaku sangat tahu persis kondisi sekolah tersebut. Katanya, sebelumnya di sekolah tersebut ada 2 guru honor daerah, namun diberhentikan karena tidak boleh lagi. Dan belum lagi kekurangan guru terpenuhi, guru PNS yang baru dapat SK juga pindah dari sekolah yang terletak di bagian hilir kabupaten Tebo tersebut. "Kalau seperti ini bagaimana anak-anak kami di daerah itu bisa mendapatkan pendidikan yang layak," katanya lagi. Menurut politisi PAN ini, dari kroscek komisi I ke sekolah tersebut, pihak sekolah tidak mengetahui tentang proses kepindahan guru yang tinggal di kota Muara Bungo kabupaten Tebo tersebut. Dari informasi yang didapatkan Hamim, guru tersebut pindah ke salah satu SD di desa Sungai Alai kecamatan Tebo Tengah di KM 16 lintas Tebo-Bungo. "Pihak sekolah baru tahu tentang kepindahan itu tadi siang (jumat,red), waktu guru tersebut melapor ke Sekolah. Kalaupun akan dipindahkan, seharusnya dinas terkait mencarikan penggantinya, saat ini saja guru yang ada di sekolah tersebut hanya 6 orang termasuk kepala sekolah sedangkankan jumlah murid 270 orang," ucapnya dengan nada prihatin(swi) |
Berita Populer
-
Berita Terkini dari ANTARA Sembilan kabupaten di NTT darurat kekeringan iPhone terbaru akan melu...
-
Berita Terkini dari ANTARA KPK kembali panggil Dirut Hakaaston kasus proyek jalan di Bengkalis P...
-
Berita Terkini dari ANTARA Wapres dorong lulusan IPDN perkuat jabatan fungsional Mentan sebut pe...
-
Berita Terkini dari ANTARA Sedikitnya 18.500 warga Rohingya menyeberang ke Bangladesh Sekuel ...
-
Berita Terkini dari ANTARA Laporan: "lelaki emas" India dipukuli hingga tewas AS saran...
-
Berita Terkini dari ANTARA Bryant menangkan Lakers atas Nuggets Terompet-terompet harapan sambut tahun 2012 KJR...
-
Berita Terkini dari ANTARA Komikus Candy Candy gelar pameran di Prancis Kelly Clarkson hamil ana...
-
Berita Terkini dari ANTARA Bernuansa seksual, Normani takut putar lagu "Wild Side" di depan ...