Eceran Menghilang, Warga Mengeluh Curiga di SPBU Cepat Habis
===============================================================
Sehingga kerap ditemui kalau SPBU Tebingtinggi selalu sepi pada siang hari. Namun pada malam hari sekitar pukul 24.00 hingga menjelang pagi antrian sangat ramai. Baik pembeli jeriken maupun pembeli yang membawa kendaraan. Itu telah biasa terjadi di kota Muaratebo.
Namun sepekan belakangan, keluhan makin menjadi. Soalnya ditingkat pedagang eceran juga sangat susah ditemukan BBM. Di sepanjang jalan lintas Tebo-Bungo yang biasa mudah ditemukan penjual minyak eceran sekarang sangat jarang ditemukan.
"Kalau di SPBU ini jangan di tanya, ini saya beli dari Jambi. Tidak hanya di Tebo, di Bungo juga payah mencari minyak," kata salah seorang penjual bensin eceran di KM 4 jalan lintas Muaratebo kemarin. Kendati mengaku beli dari Jambi dia tetap menjual harga standar eceran Rp 5.500 perliter.
Namun lain cerita bagi masyarakat Tebo yang memiliki kendaraan roda empat. Walau letak SPBU cukup jauh dari pusat kota Muaratebo, namun mereka biasa mengisi BBM di SPBU. Makanya setiap kali mengantri mereka selalu menggeutu. Lebih parah lagi jika sampai di SPBU stok BBM telah habis.
Makanya sorotan masyarakat Tebo langsung tertuju ke SPBU tersebut. Karena kondisi BBM di SPBU yang selalu cepat habis tersebut sudah lama berlangsung. Namun pihak pertamina tetap tidak menambah pasokan BBM buat Masyarakat Tebo melalui SPBU yang ada.
Warga Pancurang gading, Tanjung mengaku kesulitan untuk mendaptkan BBM di SPBU Tebing tinggi saat siang hari, sementara pihaknya untuk mengisi BBM di tempat eceran menghawatirkan kualitas BBM tersebut. "Anehnya suplay BBM dari Pertamina malam hari, namun tidak sampai siang hari sudah keburu habis, jadi kemano minyak sebanyak itu," katanya dengan nada kesal.
Senada, Yanto warga KM 4 Lintas Tebo-Bungo juga mengeluhkan kondisi BBM di SPBU Tebingtinggi tersebut. Menurutnya, selama ini sering dirinya datang ke SPBU hanya untuk melihat SPBU dalam kondisi kosong. Sehingga dirinya harus menunggu lama atau langsung kembali ke rumah. "Bakal dak bejalan lagi mobil ko," katanya.(*) |
Sabtu, 18 Juni 2011
Ketika Kelangkaan BBM Kembali Terjadi di Kota Muara Tebo
Label: bbm, langka, pertamina, Potret, Tulisan-Tulisanku, wargaJumat, 17 Juni 2011
H Abdullah SH MM: Plh Bupati Tebo yang Tidak Pernah Terpikir untuk jadi Bupati
Label: Potret, tebo, Tulisan-Tulisanku| Anggap Sebagai Anugerah, Terjebak Macet dan Pecah Ban Saat ke Jambi Menghadiri Pelantikan Biasanya untuk menjadi seorang Bupati mengeluarkan uang milyaran rupiah. Uang banyak saja tidak cukup, dukungan puluhan ribu atau ratusan ribu dari masyarakat juga menentukan. Namun itu tidak berlaku bagi Abdullah, walau hanya Pelaksana Harian (Plh), namun saat ini Peltu Sekda Tebo ini adalah orang nomor satu dikabupaten Tebo. ================================================================ Dikalangan PNS Tebo tidak ada yang tidak mengenal H Abdullah. Seorang PNS yang dikenal sangat sederhana, yang menjabat sebagai Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesra Sekda Tebo. Untuk seorang PNS, biasanya jabatan asisten dikenal sebagai jabatan penghargaan jelang pensiun.
Namun itu tidak berlaku bagi pria asal Tebo Ulu yang akrab disapa Dolet ini. Diusianya yang sudah tidak muda lagi sekarang, dia bisa menjabat sebagai Sekda Tebo dan Bupati Tebo. Walaupun hanya sebagai pelaksana tugas dan pelaksana harian.
"Ya begitulah, siapa yang tahu. Rezeki, jodoh, maut dari Allah. Tidak pernah terpikir ternyata bisa menjadi Plh Bupati," katanya sambil tersenyum tipis khas dirinya saat berbincang dengan Radar Tebo di sela melakukan pengecekan rumah dinas Bupati dua hari lalu. Diketahui, dia turun ke rumah dinas selaku Plh Bupati setelah mendapat informasi ada aset rumah dinas yang hilang.
Kisah Abdullah sebagai orang nomor satu di bumi seentak galah serengkuh dayung bermula dari mundurnya Ridham Priskap sebagai Sekda Tebo karena maju sebagai Calon Bupati Tebo pada awal tahun 2011 lalu. Posisi Sedak Tebo yang kosong itu membuka kesempatan bagi Abdullah. Bupati Tebo yang waktu itu dijabat Madjid Muaz mempercayai dirinya untuk menjadi pelaksana tugas (peltu) Sekda Tebo.
Tidak hanya sebatas jabatan Sekda, bahkan pada 12 Juni 2011 lalu dirinya dipercaya oleh Gubernur Jambi Hasan Basri Agus untuk menjadi pelaksana tugas harian (Plh) Bupati Tebo untuk mengisi kekosongan pasca berakhirnya kepemimpinan Madjid Muaz. Posisi Bupati Tebo tidak bisa langsung diisi Pejabat Bupati baru karena saat ini proses pemilukada Tebo masih berjalan.
Upaya mengisi posisi kosong tersebut dengan Pejabat Sementara atau carateker Bupati yang mempunyai kekuatan hukum sama dengan Pejabat Bupati juga mentok. Soalnya aturan undang-undang untuk menunjuk carateker harus melalui paripurna DPRD yang mengesahkan pemberhentian Bupati yang habis masa jabatan. Namun dua kali paripurna yang diagendak terjadi dead lock karena tidak cukup kuorum.
Makanya Abdullah ketiban pulung menjadi Plh Bupati Tebo. Dia dilantik berdasarkan telegram dari Mendagri Nomor T.131.15/2445/OTDA tentang pelaksana tugas sehari-hari Bupati Tebo di auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi. Memang sebagai Plh tidak sama dengan carateker. Berdasarkan PP No 5 tahun 2006 bahwa Pejabat Pelaksana Harian tidak boleh membuat kebijakan, hanya menjalankan tugas rutinitas.
Namun sejarah hidup Abdullah mencatat dirinya pernah menjadi Bupati Tebo. Belum diketahui berapa lama Abdullah menjadi pelaksana harian Bupati Tebo. Yang jelas hingga kemarin DPRD Tebo belum menggelar paripurna untuk mengesahkan pemberhentian Bupati Madjid Muaz sebagai salah satu syarat untuk penunjukkan carateker Bupati.
"Saya saja terkejut waktu diberitahu sehari sebelum dilantik menjadi Plh Bupati," katanya saat berbincang dengan Radar Tebo dua hari lalu. Diceritakannya, pada saat akan menghadiri pelantikan hari minggu, dirinya juga terjebak macet di jalan menuju ke jambi pada sabtu malam. "Ada truk pengangkut batu bara terbalik," tuturnya.
Tidak hanya terjebak macet, dalam perjalanan mobil yang dikendarainya juga pecah ban. "Setelah macet, ban mobil pecah dan harus diganti karena terkena paku yang panjang," katanya mengenang kembali perjalanan menuju kota Jambi pada akhir pekan lalu itu.
Dituturkannya selaku abdi negara, dirinya memang harus siap ketika mendapat kepercayaan seperti saat ini. Namun dirinya tetaplah seorang Abdullah yang sederhana dan menjabat Asisten I Setda. Dirinya tidak menikmati fasilitas dinas sebagai seorang Sekda apalagi seorang Bupati.
"Ya kalau ruangan kerja memang sudah tidak di ruangan asisten lagi, namun kalau untuk tinggal di rumah dinas, ya tidak mungkinlah. Nanti sehabis jadi Plh Bupati dibilang ada barang rumah dinas yang hilang lagi," katanya sambil tertawa kecil.(*) |
Kamis, 16 Juni 2011
Mengenang Kembali Konflik Lahan PT WKS vs Warga Desa Lubuk Madrasah (Bagian-2)
Label: Perusahaan, Tulisan-Tulisanku, Wakil Rakyat, wargaMenhut pun Turun ke Tebo, Setiap Tahun Gelar Hari Peringatan
Sengketa lahan di desa Lubuk Madrasah pernah menjadi isu nasional pada tahun 2007 hingga 2008. Bagaimana itu terjadi? Radar Tebo mengulas kembali. ============================================================== Tidak hanya Komisi IV DPR RI yang turun ke desa Lubuk Mandarsah. Komnas HAM yang menerima laporan warga yang menemukan dugaan pelanggaran juga turun ke desa yang telah membangun banyak prasarana itu.
Dalam pertemuan itu, tawaran solusi dikumandangkan untuk penyelesaian sengketa lahan di desa lubuk Mandarsah. Namun tidak ada pelanggaran HAM yang ditemukan oleh Komnas HAM. Polres Tebo yang melakukan penahanan terhadap tersangka juga berurusan dengan pengadilan. Ketika itu, dua warga mempraperadilan Polres Tebo walau akhirnya permohonan mereka di tolak pengadilan.
Sementara, di pulau jawa, DPR RI melakukan pertemuan dengan Menteri Kehutanan. Pada sebuah berita di situs Departemen kehutanan, dituliskan operasional PT WKS di Jambi menyengsarakan rakyat. Desakan Menhut untuk turun ke Jambi dikumandangkan oleh Komisi IV DPR RI.
Setelah menghadiri acara internal partainya di Jambi, pada hari Minggu 17 Februari 2008 MS Kaban yang saat itu masih menjabat menteri kehutanan mengunjungi warga. Entah karena kepentingan partai, entah karena desakan DPR, MS Kaban telah hadir di hadapan warga yang bersengketa.
Dengan menggunakan dua helikopter, rombongan ini disambut warga dengan jamuan yang lebih baik dibanding pertemuan sebelumnya. Dalam pertemuan itu, MS Kaban yang diharapkan menjadi solusi konflik mengaku tidak mempunyai wewenang untuk itu. Benturan dengan undang-undang menyebabkan kebijakan harus dirembukkan lagi dengan DPR RI.
Tidak banyak solusi, tapi janji penyelesaian konflik akan diperjuangkan oleh pria yang dulu aktif di kancah politik itu. "Semua masalah pasti ada jalan keluarnya, tapi warga harus bersabar dulu," katanya dalam kunjungan itu.
Dalam pertemuan itu dia banyak membeberkan soal aturan hukum soal kehutanan termasuk persoalan hutan produksi. Pengetahuan tentang aturan dalam pemanfaatan Hutan Produksi dan informasi jeratan hukum menghipnotis warga.
Keluh kesah aspirasi yang sebelumnya lantang dikumandangkan disampaikan secara teratur oleh empat perwakilan warga yang di batasi. Kesadaran warga dalam menyampaikan aspirasi dituangkan dalam konsep teks yang telah di tulis.
Waktu itu MS Kaban juga menyarankan masyarakat untuk terus berjuang agar aspirasi mereka bisa didengar dan di setujui oleh pemerintah. Aksi pembakaran yang menyebabkan banyak mata baik dari daerah maupun pusat menyorot daerah itu tidak boleh diulangi lagi. Walaupun efektif menarik perhatian pemerintah, aksi itu bertentangan dengan hukum yang berlaku.
Waktu itu, setelah Menhut kembali ke jakarta, warga menunggu kebijakan dari pemerintah pusat. Selama proses itu, warga dan PT WKS tidak harus mematuhi kesepakatan yang telah disetujui sebelumnya. Perbuatan yang bertentangan dengan aturan pengolahan hutan juga harus dihindari oleh warga dan perusahaan.
Kini warga desa Lubuk Madrasah telah kembali hidup damai. Persoalan itu terpecahkan seiring dengan kesepakatan yang dibuat. Program Hutan Tanaman Rakyat (HTR) yang diterapkan di Kabupaten Tebo juga banyak membantu warga untuk keluar dari persoalan yang menyisakan cerita mendalam.
Saking berkesannya dengan perjuangan mereka tersebut, saat ini setiap tanggal 28 Desember diperingati warga untuk mengenang peristiwa bersejarah tersebut. Mereka membuat acara dan berkumpul bersama dengan mengundang pihak-pihak lain. Bahkan pada saat sosialisasi Pilkada Tebo 2010 beberapa Cabup datang bersamaan memenuhi undangan warga. Namun program HTR tersebut ternyata menimbulkan masalah baru bagi warga empat desa di kecamatan Serai Serumpun. Saat ini seperti yang diberitakan media massa, mereka sedang bersengketa dengan koperasi unit desa (KUD) Maju Bersama. Walau tidak seanarkhis warga desa Lubuk Madrasah, Selasa (31/5) lalu warga nekat merusak mobil ketua KUD Maju Bersama, Azri. (tamat) |
Mengenang Kembali Konflik Lahan PT WKS vs Warga Desa Lubuk Madrasah (Bagian-1)
| Warga Berbuat Anarkhis, DPR RI Turun ke Tebo
Selasa (31/5) lalu warga empat desa di kecamatan Serai Serumpun mendatangi DPRD Tebo untuk meminta penyelesaian sengketa lahan. Itu aksi kedua mereka. Sebelumnya Selasa (24/5) menggelar aksi serupa. Ini bukan pertama kali persoalan lahan mencuat. Sengketa lahan di desa Lubuk Madrasah pernah menjadi isu nasional pada tahun 2007 hingga 2008. Bagaimana itu terjadi? Radar Tebo mengulas kembali. ======================================================== Empat tahun lalu, tepatnya hari jum'at 28 desember 2007 secara mengejutkan, warga desa Lubuk Mandarsah, kecamatan Tengah Ilir kabupaten Tebo yang merasa tertindas oleh PT WKS melakukan pembakaran 11 alat berat serta 1 mobil hiline. Spontanitas tindakan anarkhis dilakukan warga desa yang waktu itu di huni 2274 KK karena kebun mereka di gusur alat berat kontraktor PT WKS.
Lahan hutan produksi (HP) yang mereka garap sejak tahun 1990an ternyata telah diserahkan pemanfaatannya kepada perusahaan bonafit ini. Dengan dimulai operasional perusahaan, PT WKS mulai melakukan land clearing pada lahan-lahan masyarakat. Warga juga mendapat informasi tanpa sumber yang jelas, seluruh lahan di desa mereka akan diratakan oleh perusahaan besar ini.
Akibat aksi yang dilakukan ratusan warga itu, beberapa hari setelah insiden, 3 warga di tahan Polisi. Di susul 6 tersangka lainnya, sementara itu beberapa orang lagi buron. Polisi juga mengerahkan kekuatannya baik dari Polres tebo maupun Polda jambi untuk antisipasi aksi lanjutan. Puluhan anggota, mobil Banser dan tenda anggota polisi memberikan warna tersendiri bagi desa itu.
Ketakutan akan penangkapan juga menyebabkan laki-laki di desa itu melarikan diri ke hutan. Beberapa hari di desa itu hanya di dominasi kaum wanita dan anak-anak yang tidak keceriaannya masa kecilnya terusik. Penahanan 9 orang "pahlawan" itu menyebabkan beberapa wanita "menjanda", anak-anak pun menjadi "yatim". Lahan perkebunan bekas gusuran alat berat yang sebelumnya menghijau rata dengan tanah.
Perhatian pemerintah baik pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi pun mulai mengarah ke daerah konflik ini. Tim yang dibentuk Pemda pun turun ke lapangan untuk melihat dan mendengar suara masyarakat. Wakil rakyat juga mulai turun untuk mendengar keluh kesah warga. Mulai dari wakil di kabupaten hingga dewan dari pusat.
Anggota DPD RI Elviana yang saat itu masih sebagai Anggota Komisi IV DPR RI, yang sedang reses ke Tebo datang ke daerah itu. Kepada warga yang mengeluh tersebut dia menjanjikan akan membawa persoalan tersebut ke pusat. Elviana berjanji akan membawa Komisi IV DPR RI yang membidangi kehutanan ke desa Lubuk Madrasah.
Elviana menepati janjinya, 25 januari 2008, Tim Komisi IV yang diketuai Syafri Hutauruk mendatangi warga. Keluh kesah, penderitaan, pelanggaran pihak perusahaan, rasa ketidakadilan warga tercurah dalam orasi yang disampaikan dengan emosi serta tangis kaum perempuan dan anak-anak. |
Sabtu, 14 Mei 2011
Ketika Cukong Perambah Hutan Produksi Dikabarkan Tertangkap
Label: hukum, hutan, illegal loging, Tulisan-TulisankuWarga Kabari Wartawan, Polhut Masih Bungkam Selama ini, tersangka pelaku perambahan hutan produksi (HP) yang ditangkap selalu menimpa pekerja kasar di lapangan. Walaupun diindikasikan perambahan itu dibekingi pengusaha besar, namun tidak pernah terungkap. Lalu bagaimana reaksi masyarakat ketika cukongnya tertangkap? Benarkah cukong tersebut telah ditangkap? Berikut ulasan Radar Tebo. =======Muara Tebo========== Aktivitas perambahan hutan produksi (HP) seluas sekitar 70 hektar di desa Teluk Rendah Ulu dan Teluk Rendah Ilir kecamatan Tebo Ilir telah lama meresahkan warga sekitar. Warga mengetahui kalau aktivitas pembukaan lahan HP untuk perkebunan kelapa sawit itu dibekingi oleh seorang pengusaha warga keturunan cina berinisial AS. Perambahan itu telah berlangsung sekitar dua tahun itu telah lama dilaporkan warga kepada pihak dinas kehutanan. Ketika tim gabungan pengamanan hutan dari dinas kehutanan Provinsi dan dinas Kehutanan Kabupaten Tebo beroperasi dua hari masyarakat ikut mendampingi. Mereka sangat berharap cukongnya ikut ditangkap. Tak heran ketika operasi tersebut berhasil menangkap cukong tersebut serta 6 anak buahnya pada Rabu (11/5) lalu, kabar tersebut cepat beredar. Masyarakat mengabarkan ke wartawan harian liputan Tebo tentang keberhasilan penangkapan tersebut. “Cukong perambahan kawasan HP (lebih kurang 70 hektar tanaman sawit) berinisial AS dan 6 orang anak buahnya beserta alat bukti lain telah diamankan tim gabungan pengamana hutan Dishut Provinsi dan Dishut Tebo pada tanggal 11 Mei 2011,” sebut sumber Radar Tebo. Untuk menelusuri kabar penangkapan tersebut pada Rabu malam pukul 20.44 WIB Radar Tebo mencoba mengkonfirmasi melalui pesan singkat kepada Kurniawanto Polhut Dinas Kehutanan Kabupaten Tebo yang ikut turun dalam operasi tersebut. Namun Kurniawanto mengatakan belum ada penangkapan. “Belum. Nanti tunggu perkembangan,” katanya melalui SMS. Keesokan harinya, Kamis (12/5) Radar Tebo mencoba mengkonfirmasi lagi tentang penangkapan tersebut, namun ponselnya tidak aktif. Karena belum ada kabar resmi dari Polhut tersebut, masyarakat sempat menduga kalau ada upaya kongkalikong antara petugas dan cukong tersebut. Untuk menelusuri kabar tersebut, wartawan mencoba mengkonfirmasi Sumarjo, Kabid Pengawasan dan Pengendalian Hutan Dinas Kehutanan kabupaten Tebo. Sumarjo mengatakan dirinya juga mendapat kabar tersebut, namun pihak kehutanan belum mendapat laporan resmi soal penangkapan tersebut. “Kabarnya memang telah diamankan pelaku dan barang bukti, namun kami belum mendapat laporan dari petugas yang turun langsung ke lapangan sehingga belum tahu siapa yang ditangkap,” katanya sore kemarin. Sementara Sekretaris Dinas Kehutanan Tebo, Ahmadi mengatakan dirinya tidak mengetahui soal penangkapan tersebut. Karena selain belum ada laporan, dirinya juga tidak membidangi bagian itu. “Saya belum tahu,” tukasnya singkat.(*)
Jumat, 29 April 2011
Komunitas Pecinta Sepeda Ontel Muara Tebo Lestarikan Barang Peninggalan Datuk
Label: budaya, Potret, Tulisan-TulisankuGenerasi muda di kota Muara Tebo sejak beberapa bulan belakangan mulai mengandrungi hobby mengendarai sepeda tua atau biasa di sapa sepeda ontel. Dengan diambah kopi koboi mereka melenggang di jalanan kota membentuk konvoi kecil. Pinggir jalan depan kantor Telkom Muara Tebo juga menjadi tongkrongan mereka. Bagaimana komunitas ini terbentuk? Berikut ulasan Radar Tebo. """""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""" Di kalangan anak muda kota Muara Tebo, nama Dayat dan Eka Apek cukup di kenal karena berani tampil beda. Mereka menyusuri jalanan kota Muara Tebo dengan sepeda ontel. Ditambah aribut topi koboi, penampilan mereka terlihat kian unik dan menarik perhatian. Setelah puas mengitari kota Muara Tebo dua sekawan ininongkrong di depan kanor Telkom KM 1 Muara Tebo. Kian hari pecinta sepeda ontel terus berambah dan ikut nimbrung di sana . Itulah awal terbentuknya komunitas unik tersebut. Menurut Dayat dan Eka hobby tersebut berawal dari melihat sepeda ontel milik datuknya. Dayat terkenang dengan datuknya yang pada masa dulu mengendarai sepeda tua itu. Sejak itu Dayat dan Eka mulai melakukan perbaikan terhadap sepeda peninggalan datuknya tidak dipakai lagi. "Sepeda ontel peningalan datuk aku amplas, kemudian aku cat ulang. Sekarang ini lah hasilnya" ujar Dayat sambil menunjukan sepeda ontel hasil rombakannya. Menurutnya, perkumpulan sepeda ontel yang diprakarsainya bersama Eka Apek itu telah dimulai sejak bulan Februari yang lalu. Awalnya mereka Cuma berdua, saat ini sudah ada belasan sepeda ontel yang ikut mangkal bersama sepeda ontel mereka. Namun tidak menutup peluang akan muncul anggota-anggota baru. "Perkumpulan ini tidak memandang usia. Selama memiliki sepeda dan bisa menggunakan, mereka bisa ikut bergabung," terang Dayat. Ditambahkan Eka Apek, mereka termotivasi karena ingin melestarikan sepeda ontel yang dulunya digunakan datuknya untuk berbagai kegiatan mencari nafkah. Katana, komunitas sepeda ontel yang dibentuk, karena kesadaran bersama untuk melestarikan peninggalan nenek moyang. "Sebab selama ini sudah banyak yang dijual keluar negeri menjadi barang antik. Sebagai anak cucunya, kita lah yang melestarikannya," ujar Eka Apek, disela-sela nongkrong bareng dengan perkumpulan sepeda ontel lainnya di seberang kantor Telkom Tebo. Perkumpulan sepeda ontel, lanjut Eka Apek, memiliki efek yang cukup besar. Selain sebagai hobby dan peletarian peninggalan masa lalu juga untuk kesehatan. "Hitung-hitung sekalian olah raga," tukasnya.
Selain itu juga memiliki efek yang cukup besar bagi kondisi lingkungan udara dengan berkurangnya polusi udara. "Bayangkan jika sebagian besar orang menggunakan sepeda melakukan aktivitasnya. Secara otomatis penggunaan kendaraan bermotor akan berkurang dan polusi juga akan berkurang," tuturnya. Untuk ke depanya, Dayat dan Eka Apek berharap agar sepeda ontel bisa diterima di hati masyarakat Tebo. Sehingga sepeda ontel tidak dianggap sebagai barang kuno yang pada akhirnya akan hilang ditelan masa.(*) |
Kamis, 28 April 2011
Aksi Coret dan Konvoi Siswa SLTP di Muara Tebo Usai Ujian Nasional
Label: budaya, SLTP, tebo, Tentang Kabupaten Tebo Dan Daerah Dalam Provinsi Jambi, Tulisan-TulisankuSeperti sudah tradisi, catatan akhir sekolah terasa tidak lengkap jika tanpa aksi coret-coret seragam dan juga menggelar konvoi menyusuri jalan kota. Kondisi ini juga terjadi di sejumlah sekolah yang ada di kota Muara Tebo. Bagaimana aksi mereka dan bagaimana pihak sekolah menanggulanginya? Berikut penelusuran Radar Tebo.
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Walau telah dihimbau agar tidak melakukan aksi coret seragam dan konvoi, hari terakhir ujian nasional (UN) tingkat SLTP Kamis (28/4) kemarin tetap diwarnai aksi yang telah menjadi tradisi siswa di Republik ini setiap kali habis UN.
Dengan seragam penuh coretan cat semprot dan spidol, siswa yang selesai ujian juga mengekspresikan kegembiraan dengan melakukan konvoi sepeda motor di jalan umum. Pantauan Radar Tebo, aksi coret seragam dan konvoi itu dilakukan baik siswa laki laki, maupun siswa perempuan. Raut kegembiraan terlihat jelas di wajah mereka.
Setelah melakukan aksi coret dan konvoi mereka menenangkan pikiran yang terkuras selama beberapa pekan terakhir dengannongkrong di Taman Tanggo Rajo Muara Tebo. Sebagian siswa lain masih melakukan konvoi dari sekitaran taman Tanggo Rajo, kemudian menyusuri bundaran Tugu Sultan Thaha.
Aksi konvoi dengan pakaian penuh coretan itu terus berlanjut hingga sampai ke KM 3 di kawasan jalan Rumah Sakit Umum Daearah (RSUD) Sultan Thaha Syaifuddin (STS). Kemudian mereka kembali berkumpul di taman Tanggo Rajo. Dan sebagian ada juga yang menuju areal perkantoran bumi seentak galah serengkuh dayung di KM 12.
Salah seorang siswa yang enggan dipublikasikan mengatakan aksi ini adalah sebuah kegembiraan bagi mereka karena telah berjuang selama 4 hari menjalani Ujian Nasional. Untuk kelulusan, dia merasa optimis dengan kemampuan menjawab soal selama UN.
"Mudah-mudahan Tuhan yang baik mengabulkan doa dan usaha kami dan kalau pun tidak lulus kami sudah siap untuk menerimanya," kata mereka kepada Radar Tebo kemarin.
Kendati demikian, aksi coret-coretan konvoi kendaraan bermotor ini, tidak dilakukan oleh semua siswa. Salah satunya, SMP 24 Muara Tebo yang menyuruh siswanya memakai Seragam Pramuka. Kemudian juga seperti di MTsN Tebing Tinggi, dan beberapa sekolahpun tidak ketinggalan ikut andil mengantisipasi hal ini.
Uniknya, MTsN Al Ihsan Tugu Rejo dan Babussalam lebih memilih Siswanya untuk menggunakan Seragam Batik maupun Busana Muslim Hitam Putih. Menurut Artoyo, Kepala SMP 24 ini dilakukan agar tidak ada aksi coret seragam.
"Kami sejak jauh hari sudah menegaskan kepada siswa Untuk mengenakan Seragam Pramuka pada UN terakhir, dan bagi siswa yang mengabaikan akan berikan sanksi,"jelas Artoyo.
Aksi tersebut memang disayangkan banyak pihak. Namun bukan berarti Dinas pendidikan kebudayaan pemuda dan Olah Raga (Dikbudpora) Tebo tidak berupaya menanggulanginya. Menurut Dumyati SPd, Kabid Dikdas Dikbudpora pihaknya telah mengimbau siswa setelah selesai ujian, agar tidak melakukan aksi coret-coretan.
"Sejak sosialisasi UN sudah terus kami sampaikan, agar coret-coretan dilarang dan selalu membuat pengumuman," kata Dumyati dikonfirmasi via ponselnya kemarin.(*)
|
Salim Tidak Terpengaruh Statemen Toha, Tetap All Out Untuk Yopi-Sapto
MUARATEBO-Pengalihan dukungan tim pemenangan yang dikoordinir Mursalim dan Arfan dari Ridham-Eko ke pasangan Yopi-Sapto dipersoalkan tim sukses Ridham-Eko. Ketua Ridham Centre, M Toha yang meyebutkan Mursalim Cs bukan bagian dari tim melainkan hanya simpatisan membuat Mursalim meradang. "Waktu memperjuangkan pak Ridham dulu, tim pemenangan ini yang bergerak dan mencari suara bukan dia (M Toha, red). Jadi dulu saya memang tim pak Ridham. Makanya saya terkejut dengan statatemen Toha di Radar Tebo hari ini (kemarin, red)," kata Mursalim yang akrab disapa Salim ini Kamis (28/4). Salim yang kemarin lagi berada di gedung DPRD Tebo ini menuturkan, tugas mereka selaku tim pemenangan Ridham-Eko telah berakhir sejak hari pencoblosan tanggal 10 Maret lalu. Karena setelah mengetahui penghitungan suara cepat, pada hari itu juga tim langsung dibubarkan oleh Cabup Ridham. "Karena tugas kami di tim Ridham-Eko telah selesai, makanya kami memutuskan untuk mendukung pasangan Yopi-Sapto pada pemungutan suara ulang nanti. Saya rasa Pak Ridham sendiri tidak mempermasalahkan pilihan politik kami ini," tegasnya pria asal Jati Belarik, Tebo Tengah ini. Katanya, karena selama proses Pilkada 10 Maret lalu tim pemenangan yang bergerak di lapangan, makanya kami optimis akan menyumbangkan 70 persen suara perolehan pasangan Ridham-Eko yang pada Pilkada lalu meraup 12 ribuan suara. "Terserah Toha nak ngomong apo, nak ngadu kemano, kami akan tetap all out mendukung dan berjuang untuk memenangkan pasangan Yopi-Sapto," tukasnya. Diketahui, sebelumnya Toha mengatakan Mursalim Cs bukan tim Ridham-Eko. Toha menyebut kalau Salim hanya mencatut selaku tim Ridham-Eko dan pencatutan itu akan dikaji secara hokum oleh Tim Ridham. Dalam perbincangan dengan Radar Tebo kemarin, Salim juga meminta Toha untuk berfikir untuk mendahulukan kepentingan kemajuan kabupaten Tebo ke depannya. " Tolonglah pikirkan kepentingan kabupaten Tebo. Janganlah mementingkan kepentingan pribadi," harapnya. Seperti diberitakan Radar Tebo sebelumnya, Toha mempersoalkan tim yang dikoordinir Salim dan Arfan yang menyatakan sebagai tim Ridham-Eko pada Pilkada 10 maret lalu dan pada Pilkada ulang ini mengalihkan dukungan ke pasangan Yopi-Sapto. "Saya tidak mempermasalahkan dukungan tim mereka, tetapi jangan mengatasnamakan tim Ridham-Eko. Kita akan kaji pencatutan nama itu secara hukum," kata Toha dua hari lalu.(Radar Tebo) |
Senin, 25 April 2011
Mengunjungi Panti Jompo Nurul Jalal Muara Tebo
Label: Potret, Tulisan-TulisankuDi Bangun Tahun 1954, Tempat Lansia Mendalami Agama Islam Dibalik hiruk pikuk aktivitas penjual dan pembeli di Pasar tradisional Muara Tebo, sekelompok orang lanjut usia mendalami ilmu agama Islam. Di usia senja mereka mengabdikan hidup untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mereka adalah penghuni panti jompo yang terletak berdampingan dengan pasar Muara Tebo. Bagaimana kondisi mereka? Beriku ulasan Radar Tebo . ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Sebagian besar masyarakat Tebo mengenal ulama yang menyebarkan agama Islam di kabupaten Tebo. Adalah Almarhum KH.Zahrudin Usman, yang dikenal masyarakat Tebo sebagai Guru Besar yang merintis pendidikan Islam di bumi seentak galah serengkuh dayung. Panti jompo di pasar Muara Tebo itu merupakan salah satu dari peninggalan ulama kelahiran tahun 1901 di Sungai Jawi–jawi, Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara itu. Pada mulanya panti tersebut di bangun di desa Mangun Jayo kecamatan Tebo Tengah. Pada Tahun 1954 berkembang hingga kepasar Muara Tebo. Saat ini panti jompo tersebut memiliki 60 santri lanjut usia yang berasal dari berbagai Desa dalam kabupaten Tebo. Mereka dititipkan anak-anak mereka untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan mendalami ilmu agama Islam. Dan banyak juga yang punya keinginan sendiri untuk menghabiskan masa tua. Kebanyakan mereka merupakan bekas santri Ponpes Nurul Jalal. Diketahui, Ponpes Nurul Jalal terletak di KM 1 Muara Tebo. Pada saat dipimpin almarhum Mansur, pondok ini menjadi tempat masyarakat Tebo untuk belajar ilmu agama Islam. Dan santri di panti jompo merupakan orang tua yang pernah nyantri di Ponpes Nurul Jalal pada waktu muda dahulu. Salah seorang penghuni panti, Nyai Sa'ad menceritakan kalau dahulunya pondok nurul jalal yang merupakan cikal bakal panti jompo berada di desa Mangunjayo. Dan pada tahun 1954 pindak ke pasar Muara Tebo. Nenek berumur 111 tahun ini juga telah belajar di ponpes Nurul Jalal sejak sejak tahun 1954. Dan kini dia bersama penghuni lain saling berbagi ilmu agama Islam. "Nak, sayo ko dulu mulonyo belajar di pondok yang waku itu terletak di desa mangun jayo. Tapi Tuan Guru mengajak sayo pindah ke pondok ko, supayo orang-orang disiko mau ngaji kalau ado nyaidisiko," tuturnya saat berbincang dengan Radar Tebo.. Salah satu Pengelola Yayasan Nurul Jalal, Aslami menjelaskan kalau Panti Jompo ini, merupakan salah satu dari Lembaga Pendidikan yang berada dibawah Yayasan Pondok Pesantren Nurul Jalal. Panti ini dibawah bimbingan Hj Siti Khodijah yang merupakan Istri dari Almarhum Tuan Guru Mansur. "Setelah wafatnya almarhum Tuan Guru KH Zahrudin Usman pada tahun 1984, yayasan ini dipimpin almarhum Tuan Guru KH.M Mansur Hingga tahun 2002. Dan setelah Tuan Guru Mansur wafat, kepemimpinan yayasan dilanjutkan oleh H Fauzi Mansur hingga saat ini,"tutur Aslami. Menurutnya, dipanti jompo ini, diajarkan ilmu tauhid, fiqh, Ibadah, dan mengaji Al – qur'an, guna mendekatkan diri kepada Allah. Sejak berdiri, yayasan ini, banyak sekali jasa–jasa masyarakat dan pemerintah. Baik saat Tebo masih bergabung dalam kabupaten Bungo-Tebo maupun setelah pemekaran sekarang. "Dari sejak Bupati Abdul Mutholib pada masa Bungo-Tebo dulu hingga Bupati Madjid Muaz saat ini, pondok ini banyak mendapatkan bantuan pemerintah dan masyarakat. Baik itu berupa sembako maupun saran berupa Sarana Bangunan Kamar mandi, Tempat Wudhu, dan Musholla," tukasnya.(*) |
Sabtu, 16 April 2011
Jembatan Gantung Desa Tuo Sumay Asset Wisata Yang Hilang
Label: Potret, Tulisan-Tulisanku
|
Kegiatan Sukandar Pasca Putusan Mahkamah Konstutusi
| Dampingi Anak Berenang, Berharap Tidak Ada Lagi Kecurangan Lebih dari 2 minggu Calon Bupati Tebo H Sukandar S.Kom Msi mengikuti agenda sidang perkara sengketa Pilkada Tebo di Mahkamah Konstutusi (MK). Dan pada rabu (13/4) lalu MK mengabulkan gugatan pasangan nomor urut 1 yang berpasangan dengan Hamdi Ssos MM ini. Apa saja kegiatan Sukandar setelah putusan itu? Radar Tebo yang berhasil berbincang dengan wakil Bupati Tebo ini melaporkan. "Alhamdulillah MK mengabulkan permohonan kita. Putusan ini sangat kita syukuri, namun kita semua harus berbenah diri untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk bisa memilih pemimpin yang terbaik sesuai dengan hati nurani masyarakat Tebo," kata Sukandar membuka obrolan dengan Radar Tebo via ponselnya jumat (15/4) kemarin. Sekembalinya ke Tebo pasangan ini akan kembali berjuang meraih kepercayaan masyarakat. Dan disela kesibukan yang akan menyita waktunya itu, Sukandar meluangkan waktu untuk keluarga, isteri dan anak-anaknya. 2 minggu terpisah dari anak-anak membuatnya merasa bertanggungjawab untuk menghabiskan waktu seharian bersama putra-putrinya. Makanya kemarin siang usai salat jumat dia bersama isteri tercinta Saniatul Lativa langsung membawa anak-anaknya ke kota Muara Bungo. Di kabupaten yang dulu merupakan induk kabupaten Tebo tersebut, Sukandar mendampingi anak-anaknya yang masih kecil-kecil dan butuh perhatian. "Anak-anak mau berenang. Dan itulah yang pertama saya lakukan untuk berkumpul dan libur bersama. Saya sangat mencintai anak-anak. Kasihan melihat mereka selama dua minggu ini saya sibuk dan tidak ada waktu untuk libur bersama," kata Sukandar. Tidak hanya menghabiskan liburan dengan berenang, Sukandar juga mendampingi anak-anaknya bermain game di Time Zone. Kedekatan dengan anak-anak membuat Sukandar bisa melepaskan penat selama menghadapi sidang di MK. "Bermain bersama anak-anak membuat saya bisa melupakan kesibukan di dunia politik," tuturnya. Untuk menghadapi pemungutan suara ulang, Sukandar mengatakan seluruh tim telah siap. Namun dirinya berharap agar putusan MK tersebut bisa menjadi momentum bagi seluruh masyarakat Tebo dan pihak terkait untuk menggelar pilkada yang bersih tanpa kecurangan lagi. "Biarlah putusan MK menjadi pelajaran bagi semua pihak agar Pilkada tebo benar-benar bersih. Biarkan masyarakat yang memilih pemimpinnya sesuai dengan hati nurani untuk kemajuan kabupaten Tebo lima tahun mendatang," tukasnya. Untuk itu diharapkannya tidak ada lagi kecurangan saat pilkada ulang nanti. Seperti pengerahan PNS, intimidasi, ancaman dan lainnya yang dapat merusak tatanan demokrasi. Karena yang berhak untuk memilih pemimpin Tebo adalah masyarakat yang memilih sesuai hati nurani. Bukan karena terpaksa atau juga tekanan-tekanan. Bahkan dengan PNS yang menurut putusan MK terbukti melakukan pelanggaran, Sukandar mengatakan dirinya tidak menyimpan dendam. Namun untuk tegaknya proses hukum, dirinya masih mempelajari putusan tersebut. "Masih dipelajari, jika pelanggaran berat mungkin dilaporkan, namun jika pelanggaran biasa saya akan maafkan," katanya. Dan dia hanya berharap kepada masyarakat Tebo pada pemungutan suara ulang ini untuk bisa memilih sesuai dengan keyakinan mereka. Diharapkannya, masyarakat Tebo tidak terpancing dengan iming-iming uang untuk membeli suara rakyat dan pada akhirnya akan merugikan kabupaten Tebo lima tahun mendatang. "Pilihlah sesuai dengan hati nurani siapa pemimpin yang pantas untuk memimpin kabupaten Tebo lima tahun mendatang. Jangan tergiur money politik. Jangan sampai hanya karena uang Rp 50 ribu akan merugikan masa depan kabupaten Tebo dan masyarakat Tebo," tandasnya mengakhiri obrolan dengan Radar Tebo.(*) |
Senin, 11 April 2011
Kepala BKD dan Kepala Kantor Pos Diperiksa Tipikor Polres
Label: korupsi, Lowongan CPNS Tebo, Tulisan-TulisankuKasus CPNS 2008 Yang Lulus Tidak Lengkap Syarat
Pemeriksaan tersebut terkait kelulusan salah seorang PNS Tebo tahun 2008 yang bernama Wahyu Eka Putri, SS yang merupakan lulusan sastra Inggris tanpa memiliki akta IV. Wahyu Eka Putri lulus pada penerimaaan CPNS tahun 2008 tanpa memenuhi syarat yang ditentukan. Diduga kelulusannya tersebut merupakan kongkaliikong pihak terkait.
Pantauan di kantor Polres Tebo kelurahan Tebing Tinggi kecamatan Tebo Tengah kemarin, Izhar diperiksa di ruangan Riksa II tim penyidik Tipikor Polres Tebo. Dimulai sekitar pukul 09.00 WIB hingga istirahat siang pukul 12.00 WIB yang dilakukan oleh penyidik Tipikor Polres bernama Hasyim secara tertutup.
Informasi yang berhasil dihimpun, Izhar dilontarkan 18 pertanyaan oleh tim penyidik tipikor Polres Tebo hingga istirahat siang, dan kembali menjalani pemeriksaan lanjutan sekitar pukul 13.00 WIB hingga selesai.
"Saya hanya saksi terkait kasus wahyu Eka Putri, soal pertanyaan yang lain saya tidak tahu jumlahnya berapa, saya lupa. Kamu ini sibuk nian," ujarnya sambil menuju mobil yang kemudian pergi menggunakan mobil dari kantor Polres Tebo. Sementara itu pada pemeriksaan tersebut juga terlihat kepala kantor Pos Muara Tebo, Ali Basyar, yang juga diperiksa pada jam yang sama ditempat yang berbeda, usai pemeriksaan, Ali Basyar saat dimintai keterangan mengatakan, pemanggilan dirinya oleh tim tipikor hanya sebagai saksi, kapasitasnya sebagai kepala kantor Pos yang menerima lamaran CPNS.
"Saya dimintai keterangan sebagai saksi, karena berkas lamaran CPNS melalui kantor Pos, namun kita tidak mengetahui isi berkas setiap pelamar karena pemeriksaan berkas CPNS bukan wewenang kita dan itu wewenang BKD," katanya.
|
Berita Populer
-
Tak di sangkal bahwa tujuan utama dari membuat blog antara lain adalah agar tulisan-tulisan kita bisa di baca oleh orang lain atau pengunjun...
-
Terima Kasih Kawan Blooger Telah Mengunjungi Blog Sederhana Ini Saya Harap Lain Kali Bisa Kembali Berkunjung. Jika Kawan Blogger tidak Keber...
-
Buat rekan-rekan blogger yang telah memasang iklan kumpulblogger di blognya baik blogspot, silahkan berbagi pengalaman dengan memposting kom...
-
Berita Terkini dari ANTARA PT Pos Indonesia targetkan pendapatan Rp5,6 triliun Harapan Schalke d...
-
Buat saudara/i yang suka ngeblog, manfaatkan peluang untuk menghasilkan uang melalui hobi ngeblog. Paling gampang untuk pengguna Blogspot. A...
-
Berita Terkini dari ANTARA Perundingan Indonesia-EFTA CEPA selesai Permintaan Mendag Enggar kepa...
-
Berita Terkini dari ANTARA Zoom tambah durasi panggilan gratis di musim libur Kapal terbalik, Ti...
-
Berita Terkini dari ANTARA Diskon tarif tenaga listrik saat PPKM Darurat WhatsApp perkenallkan f...
-
Berita Terkini dari ANTARA Italia: Pemberontak Libya Minta Senjata Gbagbo Kena Tahanan Rumah Para Nakhoda Tawar...



