| MUARATEBO-Pentingnya upaya penyelamatan jiwa dan benda dalam sebuah musibah kebakaran dan bencana lainnya membuat petugas pemadam kebakaran (damkar) Tebo yang bernaung di Dinas Perkotaan Pertamanan dan Damkar terus diasah keterampilan.
Saat ini dari 67 orang petugas Damkar Tebo, sebanyak 40 orang sedang menjalani pendidikan dasar (Diksar) pemadam kebakaran yang di gelar asosiasi pemadam kebakaran indonesia (APKI) dan dipusatkan di kantor Damkar Kota Jambi. "Ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian serta keterampilan petugas Damkar kita," ungkap Kepala Dinas H Harmain SE MM kepada Radar Tebo kemarin.
Pelatihan ini akan diikuti selama 5 hari dari tanggal 20 Juni hingga 25 juni mendatang dengan pelatih dari dinas pemadam kebakaran kota Jambi yang sudah memiliki kualifikasi pelatih. Peserta bukan saja dari Damkar Tebo, tapi se-provinsi Jambi. "Pembukaannya telah dilakukan oleh Bapak Walikota Jambi senin (20/6) lalu," jelas Harmain lagi.
Diakuinya, selama ini kualitas petugas masih rendah, makanya sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan para petugas di kirim mengikuti Diksar. "Kita selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas petugas dan berharap dengan keahlian yang dimiliki dapat melakukan penyelamatan jiwa dan benda dalam suatu musibah," harap mantan Kepala Kantor pelayanan terpadu satu pintu ini.
Saat ini selain 67 petugas, Damkar Tebo memiliki empat armada mobil pemadam kebakaran yakni dua unit mobil Damkar roda enam dan dua unit roda 10. Juga ditunjang dengan empat buah pos penjagaan yakni dua pos di Muara Tebo yakni di pasar dan kantor KM 12 serta 1 pos Rimbo Bujang dan 1 pos di Sungai Bengkal kecamatan Tebo Ilir.
"40 petugas yang di kirim itu sebanayk 12 orang dari pos Rimbo Bujang, 19 orang dari dua pos Muara Tebo dan 9 orang dari pos Tebo Ilir. Kita tentu berharap dengan meningkatnya kualitas SDM petugas dapat melakukan penyelamatan atau juga mengurangi dampak dari sebuah musibah. Baik itu kebakaran atau musibah lain," tukasnya. Dijelaskan Harmain, penanggulangan bencana itu merupakan amanat dari undang-undang (UU) antaranya UU RI No 28 tahun 2002 tentang bangunan gedung, UU No 24 tahun 2007, Keputusan Meneg PU nomor 10/KPTS/2000 dan Permendagri nomor 16 tahun 2009. "Makanya kita selalu berupaya meningkatkan sumber daya manusia petugas kita," pungkasnya menandaskan.(sumber Radar Tebo) |
Rabu, 22 Juni 2011
Tingkatkan Keterampilan, 40 Petugas Damkar Tebo Digembleng di Kota Jambi
Label: damkar, perkotaan, pns, Sigombak News, teboSabtu, 18 Juni 2011
PNS Lulus Tanpa Syarat Pindah, Kasusnya Tetap Berlanjut
Label: bkd, kasus, Lowongan CPNS Tebo, pns, tebo, Tentang Danau Sigombak| MUARA TEBO–Masyarakat masih bertanya-tanya tentang kelanjutan proses kasus Wahyu Eka Putri (WEP) seorang PNS tahun 2008 yang lulus menjadi guru walau tanpa melengkapi syarat Akta IV. Apalagi pihak BKD Tebo telah menyatakan perempuan asal Kota Padang itu telah pindah ke Kotamadya Pariaman Sumatera Barat jelang penyidik Polres Tebo akan menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.
Kepindahan WEP itu, menurut Kepala BKD H Izhar dilakukan atas persetujuan dari Bupati Tebo yang waktu itu masih di jabat Madjid Muaz. Pihak BKD melakukan pemindahan karena diperintahkan oleh Bupati selaku pemangku kebijakan dan BKD hanyalah melayani administrasi saja dan ini juga perintah Bupati.
Terkait soal ini, saat dikonfirmasi Jumat (17/6) kemarin, Kapolres Tebo AKBP M Arifin SIK didampingi Kasat Reskrim AKP Ernis Sitinjak SIK mengatakan pihaknya belum mengetahui secara pasti soal kepindahan WEP. "Apakan yang bersangkutan sudah pindah atau hanya baru sebatas pengusulan, Kita belum sampai ketahap itu, yang jelas kita akan lakukan pemeriksaan ke BKD apakah benar informasi kepindahan itu," tegasnya.
Ditegaskannya, meskipun nantinya yang bersangkutan mengajukan pindah, kasus tersebut akan terus diproses hingga ditetapkannnya siapa yang akan menjadi tersangka. "Kasus tetap jalan walau PNS itu telah pindah, tapi kita akan cek dahulu soal kabar kepindahan tersebut," tukasnya.
Untuk mendalami kasus tersebut, Sat Tipikor Polres Tebo, akan memintai kesaksian dari dua saksi ahli yakni pihak BKN dan saksi ahli hukum pidana Universitas Jambi (Unja) pada akhir bulan ini. "Kita akan terus lakukan pemeriksaan lanjutan untuk penguatan saksi. Untuk saksi WEP sendiri, hingga kini sudah dua kali kita lakukan pemeriksaan,"katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kapolres Tebo AKBP M Arifin SIK menuturkan penyidik telah mengantongi tiga nama calon tersangka. Salah satunya adalah WEP sendiri, sedangkan dua nama calon tersangka lain masih dirahasiakannya. Ditengah upaya penetapan tersangka itu, WEP ternyata pindah.
Kasus ini mencuat pada tahun 2010 lalu setelah diketahui WEP menjadi guru di SMA 11 Kabupaten Tebo. Usut punya usut ternyata ada yang janggal dengan kelulusan WEP pada penerimaan CPNS tahun 2008 itu. Sebagai seorang pelamar guru seorang sarjana umum disyaratkan untuk melampirkan akta VI, namun ternyata WEP bisa lulus tanpa syarat itu.
Sejak kasus tersebut terus menghangat, WEP dipindahkan oleh pihak BKD dari SMA 11 menjadi staff di dinas pendidikan kebudayaan pemuda dan olah raga (Dikbudpora) Tebo. Polisi yang mendapat laporan tentang kecurangan tersebut melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi baik dari pihak BKD, kantor pos dan WEP sendiri.
Sementara Madjid Muaz yang beberapa waktu lalu masih menjabat Bupati Tebo saat dikonfirmasi wartawan menilai itu terjadi karena kelalaian dari WEP sendiri yang tidak melengkapi berkas. Ketika itu Madjid menyebutkan bagi CPNS guru yang lulus bisa melengkapi syarat akta IV dalam waktu satu tahun.
Disisi lain, Kepala BKD saat diwawancarai Radar Tebo beberapa waktu lalu selain menilai kelalaian WEP, katanya itu juga terjadi karena kelalaian administrasi ditingkat panitia seleksi bahan. Saat ditanya tentang lolosnya bahan WEP untuk kedua kalinya waktu kelengkapan bahan setelah diumumkan lulus, Izhar mengaku tidak mengetahui. Begitu juga ketika ditanya tentang bisa lolosnya bahan tersebut di BKN regional Sumbagsel di palembang sehingga NIP dikeluarkan? Lagi-lagi Izhar yang telah dua kali pensiunnya diperpanjang itu juga mengaku tidak tahu.(sumber:Radar Tebo edisi 18 Juli 2011) |
Kamis, 16 Juni 2011
PNS Tebo Dirumorkan Mengajukan Pindah, Plh Bupati Menjawab
Label: guru, Lowongan CPNS Tebo, pns, SD, sekolah, tebo| MUARATEBO-Pasca pemungutan suara ulang pemilukada Tebo 5 Juni lalu mencuat rumor banyak PNS Tebo yang mengajukan untuk pindah ke daerah lain. Mulai dari PNS kalangan pejabat hingga kalangan staff dikabarkan telah mengajukan karena ketakutan imbas dari pertarungan politik pada Pemilukada Tebo.
Angka yang dirumorkan juga tidak sedikit, lebih dari 90 orang yang disebut-sebut. Nama-nama pejabat penting di kabupaten Tebo juga dikaitkan dengan isu tersebut. Baik mengajukan pindah ke Provinsi maupun juga ke kabupaten lain seperti Bungo, Muarajambi dan Tanjabtim.
Saat dikonfirmasi soal rumor tersebut, Plh Bupati Tebo Abdullah mengatakan dirinya baik selaku Plh Bupati maupun sebagai Peltu Sekda tidak pernah menerima pengajuan pindah dari PNS Tebo. "Tidak ada yang mengajukan pindah, kalau ada tentu saya tahu itu, karena saya kan peltu Sekda dan juga Plh Bupati," katanya menjawab Radar Tebo Rabu (15/6) kemarin.
Menurutnya, pengajuan pindah juga bukan hal yang mudah dan membutuhkan proses yang panjang. Seperti persetujuan dari pemerintah tempat di tuju dan juga persetujuan dari pemerintah yang akan ditinggalkan. "Kemudian harus perseujuan dari Gubernur, tentu itu bukan persoalan mudah dan butuh proses," katanya.
Namun, katanya, jika ada PNS yang pindah dengan alasan yang jelas, dirinya tidak berhak untuk melarang. Karena itu merupakan hak azazi dari PNS tersebut sepanjang memenuhi syarat. "Kalau saya larang, itu pelanggaran hak azazi," tukas Abdullah menandaskan.(Radar Tebo) |
Plh Bupati Periksa Perabot dan Rusa Rumah Dinas Bupati Tebo
| MUARATEBO-Adanya informasi yang menyebutkan banyak asset yang hilang di rumah dinas setelah mantan Bupati Tebo Madjid Muaz keluar membuat Pemkab Tebo gerah. Rabu (15/6) kemarin Pelaksana Harian (Plh) Bupati Tebo Abdullah langsung turun untuk mengecek rumah dinas tersebut.
Bersama Kabag Umum Setda Tebo Eriyanto dan Kabag Humas Syahrul Rozi, Abdullah yang juga menjabat pelaksana tugas Sekda Tebo ini melihat kandang rusa dibelakang rumah dinas. Juga dilakukan pengecekan ke bagian dalam rumah dinas tersebut dan juga ruang kamar tidur Bupati.
"Beginilah kondisinya. Sama seperti sebelum Bapak meninggalkan rumah ini, tidak ada barang rumah dinas yang hilang," katanya kepada sejumlah wartawan harian liputan Tebo kemarin. "Kalau sebelumnya hilang dan hari ini barang-barang tetap ada, berarti ini sulap," timpal pria yang juga menjabat asisten I ini.
Kendati memastikan kalau barang-barang rumah dinas tidak ada yang hilang, Plh Bupati mengatakan Pemkab siap jika pihak inspektorat atau BPK melakukan audit seperti yang diminta oleh ketua DPRD Tebo sehari sebelumnya. "Kita siap untuk diaudit, setahu saya kondisi rumah dinas sebelum dan sesudah ditinggalkan pak Madjid tetap seperti ini," tukasnya.
Soal Rusa yang dikandangkan di belakang rumah dinas, Abdullah mengatakan itu binatang peliharaan milik pribadi Madjid Muaz bukan di beli dengan dana APBD Tebo. Menurutnya, pada tahun 1999 lalu Madjid Muaz telah memelihara rusa-rusa tersebut. Dan jika saat ini jumlahnya banyak, itu karena berkembang biak selama Madjid Muaz jadi Bupati.
"Bahkan dulu ada juga Rusa milik mantan Dandim Alex Batoek yang dititipkan di kandang ini, karena waktu itu Dandim tidak punya kandang untuk memelihara rusa," tutur Abdullah. "Walau nantinya rusa-rusa itu akan dibawa karena milik pribadi, namun pak Madjid pernah mengatakan akan meninggalkan sepasang di rumah dinas ini sebagai kenang-kenangan," tambahnya.
Terpisah, Ketua DPRD Tebo Agus Rubyanto yang sebelumnya mengungkapkan tentang banyak asset rumah dinas yang hilang, mengatakan DPRD akan meminta kepada Pemkab untuk menyerahkan daftar asset untuk dilakukan pendataan. Menurutnya, dengan adanya daftar asset nanti akan diketahui semua jumlah asset pemerintah yang digunakan selama Bupati menjabat.
"Kita meminta kepada Pemkab untuk menyerahkan daftarnya nanti akan kita lakukan pengecekan lebih lanjut, ini dilakukan agar asset pemerintah daerah dapat terjaga, karena masih banyak asset lain yang belum jelas keberadaannya," tukas Agus sore kemarin.(Radar Tebo) |
Minggu, 01 Mei 2011
Sebulan Mendapat SK PNS, Guru SD 23/VIII Desa Tuo ILir Pindah
Label: guru, Lowongan CPNS Tebo, pns, SD, sekolahKomisi I: Padahal SD Itu Kekurangan Guru MUARA TEBO-Walaupun SDN 23/VIII Desa Tuo Ilir Kecamatan Tebo Ilir masih kekurangan tenaga pengajar, guru di sekolah itu sering dipindahkan ke sekolah lain. Kepindahan guru yang paling terbaru yakni guru atas nama Lena Maryani yang merupakan guru PNS pengangkatan tahun 2009 yang ditempatkan desa tersebut dan baru sekitar sebulan lalu mendapat SK PNS. Akibatnya, SD 23 /VIII yang termasuk SD inti itu kekurangan tenaga pendidik. Dengan jumlah murid yang mencapai 270 orang yang mengajar disana hanya 5 orang guru PNS dan satu Kepala Sekolah. Sehingga sekolah tersebut kekurangan banyak tenaga guru. Baik guru kelas maupun guru bidang studi agama Islam. "Idealnya, untuk satu sekolah minimal 10 guru, ini kok Cuma 5 orang. Itu baru jumlah minimal. Jadi tidak seharusnya guru dipindahkan dari sekolah itu," kata Hamim anggota komisi I DPRD Tebo saat berbincang dengan Radar Tebo dan wartawan harian lain pada jumat lalu. Sebagai wakil rakyat dari deerah tersebut, Hamim mengaku sangat tahu persis kondisi sekolah tersebut. Katanya, sebelumnya di sekolah tersebut ada 2 guru honor daerah, namun diberhentikan karena tidak boleh lagi. Dan belum lagi kekurangan guru terpenuhi, guru PNS yang baru dapat SK juga pindah dari sekolah yang terletak di bagian hilir kabupaten Tebo tersebut. "Kalau seperti ini bagaimana anak-anak kami di daerah itu bisa mendapatkan pendidikan yang layak," katanya lagi. Menurut politisi PAN ini, dari kroscek komisi I ke sekolah tersebut, pihak sekolah tidak mengetahui tentang proses kepindahan guru yang tinggal di kota Muara Bungo kabupaten Tebo tersebut. Dari informasi yang didapatkan Hamim, guru tersebut pindah ke salah satu SD di desa Sungai Alai kecamatan Tebo Tengah di KM 16 lintas Tebo-Bungo. "Pihak sekolah baru tahu tentang kepindahan itu tadi siang (jumat,red), waktu guru tersebut melapor ke Sekolah. Kalaupun akan dipindahkan, seharusnya dinas terkait mencarikan penggantinya, saat ini saja guru yang ada di sekolah tersebut hanya 6 orang termasuk kepala sekolah sedangkankan jumlah murid 270 orang," ucapnya dengan nada prihatin(swi) |
Berita Populer
-
Tak di sangkal bahwa tujuan utama dari membuat blog antara lain adalah agar tulisan-tulisan kita bisa di baca oleh orang lain atau pengunjun...
-
Terima Kasih Kawan Blooger Telah Mengunjungi Blog Sederhana Ini Saya Harap Lain Kali Bisa Kembali Berkunjung. Jika Kawan Blogger tidak Keber...
-
Buat rekan-rekan blogger yang telah memasang iklan kumpulblogger di blognya baik blogspot, silahkan berbagi pengalaman dengan memposting kom...
-
Berita Terkini dari ANTARA PT Pos Indonesia targetkan pendapatan Rp5,6 triliun Harapan Schalke d...
-
Buat saudara/i yang suka ngeblog, manfaatkan peluang untuk menghasilkan uang melalui hobi ngeblog. Paling gampang untuk pengguna Blogspot. A...
-
Berita Terkini dari ANTARA Perundingan Indonesia-EFTA CEPA selesai Permintaan Mendag Enggar kepa...
-
Berita Terkini dari ANTARA Zoom tambah durasi panggilan gratis di musim libur Kapal terbalik, Ti...
-
Berita Terkini dari ANTARA Diskon tarif tenaga listrik saat PPKM Darurat WhatsApp perkenallkan f...
-
Berita Terkini dari ANTARA Italia: Pemberontak Libya Minta Senjata Gbagbo Kena Tahanan Rumah Para Nakhoda Tawar...


