Tampilkan postingan dengan label rimbo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rimbo. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Juni 2011

Bensin Eceran Membumbung Rp 12 Ribu/Liter

. Rabu, 22 Juni 2011
0 komentar

MUARATEBO-Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di kabupaten Tebo semakin parah dan menjadi keresahan warga. Hingga Senin (20/6) kemarin tidak hanya di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) minyak tidak ditemukan, di tingkat eceran juga semakin sulit di cari.



Akibatnya harga bensin menjadi melonjak drastis. Dalam kota Muaratebo saja harga bensin eceran yang semula Rp 5.500 perliter, saat ini melonjak menjadi Rp 8.000/ liter. "Naik karena kami membeli di daerah darmasraya," sebut salah seorang pedagang eceran kemarin.


Langkanya BBM terutama jenis bensin berdampak besar pada masyarakat di pedesaan. Pantauan Radar Tebo kemarin banyak warga desa yang ke kota Muaratebo hanya untuk mencari minyak eceran. "Sekarang di desa susah cari bensin," kata Ahmad, salah seorang warga kemarin.



Dampak yang paling parah dialami warga yang berada di desa yang jauh dari pusat kota dan terisolir. Seperti yang terjadi di Semambu Kecamatan Sumay, di daerah seberang sungai Batanghari ini bensin eceran dihargai 10-12 ribu/liter.



"Kalau di desa kami bensin di jual mulai dari 10 ribu-12 ribu perliter, itupun sangat terbatas untuk mendapatkanya," kata Mulkan warga semambu ketika di konfirmasi kemarin.

Hingga saat ini masyarakat hanya bisa bertanya-tanya dan mengeluh soal kelangkaan BBM tersebut.



Di SPBU Tebing Tinggi hingga kemarin terlihat kosong seperti biasanya. Pada 09.00 saja BBM di SPBU yang merupakan satu-satunya di kota Muaratebo ini telah kosong.



Salah seorang warga KM 04 Tebo Diwa kepada Radar Tebo mengaku kecewa ketika hendak mengisi minyak buat motornya di SPBU namun tidak tersedia lagi. Padahal dirinya mengaku mendatangi ke SPBU sekitar pukul 08.30.



Dituturkannya, karena minyak menjadi kebutuhan yang vital bagi kendaraannya terpaksa dirinya membeli minyak di eceran dengan harga 8 ribu/liternya. "Saya tadi terpaksa membeli minyak 8 ribu/liter, jika tidak saya tidak bisa beraktivitas seperti biasanya," sebutnya kemarin.


Sementara pihak SPBU Tebingtinggi melalui petugas Epri ketika di konfirmasi mengaku pasokan minyak saat ini dari pertamina sebanyak 16 ribu ton. Bahkan katanya ini meningkat karena sebelumnya hanya 10 ribu ton.



Lantas kenapa BBM langka di Tebo? Epri penanggung jawab di SPBU tebingtinggi ini mengatakan, kalau suply dari pertamina memang hanya sebanyak 16 ribu ton. "Tidak ada kami tahan-tahan," katanya kemarin. Dirinya menduga karena kelangkaan itu pedagang eceran di pinggir jalan, mengeluarkan minyak hanya sedikit-sedikit.(sumber Radar Tebo)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Sabtu, 14 Mei 2011

Soal Selebaran Provokasi, Tim Yopi-Sapto Nilai Ada Yang Memancing di Air Keruh

. Sabtu, 14 Mei 2011
1 komentar

Beredarnya selebaran berbau provokasi tersebut juga disayangkan tim pasangan nomor urut tiga, Yopi-Sapto. Syamsu Rizal dari partai koalisi Yopi-Sapto mengatakan tindakan itu dapat memecahkan persatuan dan kesatuan masyarakat Tebo yang selama ini telah hidup rukun dan damai.

"Tim Yopi-Sapto tidak pernah melakukan praktek politik kotor seperti itu. Makanya saya menghimbau kepada seluruh tim dan simpatisan jangan terpancing jika penyebaran selebaran mengkaitkan dengan tim Yopi-Sapto," kata politisi Demokrat yang juga wakil ketua DPRD Tebo ini dihubungi Radar Tebo via ponselnya.

Menurutnya, dalam situasi politik seperti ini bisa saja ada orang yang bermaksud jahat dengan berusaha membenturkan tim Yopi-Sapto dengan Tim Suka-Hamdi. "Saya yakin ada orang yang memancing di air keruh. Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat jangan terpancing dengan isu pengkotak-kotakan itu," tukas pria yang biasa disapa Iday ini.

Karena, lanjutnya semua orang indonesia berhak memilih dan dipilih untuk menjadi pemimpin. "Biarkan suara masyarakat yang menentukan siapa Bupati Tebo pilihan masyarakat. Karena masyarakat sudah pintar untuk menentukan siapa yang terbaik dan layak memimpin Tebo lima tahun mendatang," tuturnya.(Radar Tebo)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Soal Selebaran Provokasi, Sukandar Serahkan Pada Penegak Hukum

Beredarnya selebaran berbau provokasi tersebut bukan tanpa maksud. Karena salah seorang dari tiga kandidat Bupati Tebo merupakan warga Tebo keturunan jawa (trans). Yakni Sukandar, yang saat ini menjabat sebagai wakil Bupati Tebo.


Lalu bagaimana tanggapan Cabup yang berpasangan dengan Hamdi ini terkait selebaran tersebut? Saat dikonfirmasi sejumlah wartawan harian liputan Tebo kemarin, Sukandar mengaku tidak terlalu memikirkan intimidasi yang dialaminya tersebut.


"Biarkan aparat penegak hukum yang mengusutnya, dan biarkan masyarakat menilainya, karena masyarakat Tebo sudah cerdas dalam memilih dan menentukan siapa yang layak untuk memimpin Kabupaten Tebo lima tahun kedepan,"katanya.


Namun ia meminta kepada seluruh tim suksesnya untuk dapat menahan diri dan tetap berpolitik santun, sopan, dewasa dan sportif dan tidak terpancing atas adanya selebaran tersebut. "Mari kita berpolitik dengan benar agar bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat, soal terpilih atau tidak, biarlah masyarakat yang menentukan," kata kandidat nomor urut 1 ini.(Radar Tebo)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Jumat, 13 Mei 2011

Warga Rimbo Bujang Temukan Selebaran Provokasi Berbau SARA

. Jumat, 13 Mei 2011
0 komentar

MUARATEBO–Semakin hari jelang digelarnya pemungutan suara ulang pada tanggal 5 juni mendatang, suhu dan suasana politik di Kabupaten Tebo semakin memanas, satu hari setelah aksi demo dikantor Camat Rimbo Bujang, selasa (10/5) warga menemukan selebaran yang bersifat provokatif terhadap warga Rimbo Bujang.

Selebaran kertas berwarna biru yang berjumlah ratusan dan berserakan disepanjang jalan mulai dari Kampus STIT Al Falah hingga Studio Radio BNM Rimbo Bujang yang berisikan antara lain " Maaf........., Kursi Bupati Tebo Tidak Untuk Orang Rimbo," dan selebaran yang satu lagi bertuliskan " Warga Trans (Pendatang) Tidak Layak Jadi Bupati,".


Hampir setiap warga yang lewat di lokasi, heran melihat selebaran yang berserakan dan memenuhi tepi jalan dan membuat penasaran warga untuk mengambil dan membacanya dan setelah dibaca selebaran tersebut dibuang dan ada juga selebaran tersebut dibawa oleh warga setelah dibaca. Tentunya, warga bingung dan bertanya – tanya apa maksud dan tujuan dengan orang yang membuat selebaran itu.


Yanto salah seorang warga jalan Kelurahan Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang mengaku resah dengan adanya selebaran tersebut, dan dirinya mengaku heran kenapa aparat penegak hokum tidak segera mengamankan selebaran yang meresahkan itu dan terkesan sengaja dibiarkan masyarakat membacanya.


"Yang kita sayangkan kenapa aparat penegak hukum dan pemerintahan yang ada di Rimbo Bujang terkesan membiarkan dengan sengaja selebaran tersebut berserakan agar dibaca masyarakat yang lewat, bukan dipunguti dan diamankan," tukasnya.(Radar Tebo)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Selasa, 06 Mei 2008

Polsek Rimbo Bujang Di Prapradilan

. Selasa, 06 Mei 2008
4 komentar

MUARATEBO-Karena menganggap memberhentikan kasus yang ditanganinya dan menyebabkan kekalahannya dalam kasus kepemilikan tanah, HA mempraperadilankan Polsek Rimbo Bujang Kasus yang dihadapi ini terkait pembongkaran toko bangunan miliknya oleh Pol PP. Kemarin sidang praperadilan kasus ini digelar di Pengadilan Negeri Muara Tebo.

Pengacara HA, Albert Simbolan SH, MH, mengatakan penuntutan Praperadilan kaliennya terhadap Kapolsek Rimbo Bujang, Iptu Ari Sudrajjat SH dikarenakan hasil dari penyelidikan terhadap kasus pembongkaran toko. HA, pemilik toko pupuk yang dibongkar oleh Sat Pol-PP Tebo yang dinyatakan menyalahi aturan kerena bangunan itu berdiri di atas tanah milik pemda tebo.

HA yang sebagai pemilik bangunan itu menyakini kalau tanah itu adalah hak miliknya dirinya yang sesui berdasarkan akta jual beli. Namun kasus yang telah dilaporkan kepada Polsek Rimbo Bujang itu dinilainya mandek dan diberhentikan penyelidikannya.

”Memang benar kalien saya, HA akan menuntut Kapolsek Rimbo Bujang secara Praperadilan yang di sebabkan tidak senang atas kinerja jajaran Polsek Rimbo Bujang menyelidiki kasus pembongkaran ini” terangnya.

Dua kuasa hukum Polsek Rimbo Bujang, Desrizal, SH dan Roy Ginting, SH menyatakan tuntutan HA yang menilai kinerja Polsek Rimbo Bujang menyalahi aturan dan di kabarkan memberhentikan penyelidikan kasus itu tuntutan itu tidak berdasar. Karena katanya, polisi terus melakukan penyelidikan kasus tersebut.

Di tuturnya, dalam persoalan ini, beberapa saksi sudah di periksa oleh penyidik Polsek Rimbo Bujang. Baik dari BPN Tebo, Dinas Tata Kota selaku membidangi pengembangan pasar dan perkotaan di Tebo, dan Kakan Sat Pol-PP Tebo yang melakukan pelaksaan pembongkaran bangunan milik HA, ternyata terbukti bahwa tanah yang diakui oleh HA bukanlah tanah miliknya melainkan milik Pemda Tebo.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Berita Populer

Objek Wisata Danau Sigombak Tebo, Jambi
 
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com