MUARATEBO-Hafis Husnaini yang dipercaya sebagai Pejabat Bupati Tebo untuk mengisi kekosongan posisi Bupati Tebo saat ini merupakan salah satu dari putra Tebo yang menekuni karier sebagai Pegawai Negeri Sipil. Pria lulusan fakultas pertanian Universitas Jambi yang memperisteri dosen Universitas Riau (Unri) itu masa kecilnya dihabiskan di kota Muara Tebo, tepatnya di daerah Imam Bonjol pasar Muara Tebo. Berdasarkan keterangan orang-orang terdekatnya, Pejabat Bupati yang menggantikan pelaksana harian H Abdullah SH MH itu menamatkan sekolah dasar (SD) di SDN 2 Muara Tebo. Dan setelah itu dia melanjutkan sekolah ke kota Jambi mengikuti orang tuanya dan melanjutkan kuliah di Unja dan mengambil gelar Magister di salah satu universitas di pulau jawa.
"Kami dulu memanggilny dengan sebutan Bujang Busu," ungkap Amirullah, seorang warga kecamatan Rimbo Ilir yang merupakan salah satu tetangga Havis waktu kecil. Menurut Amir, dirinya tidak begitu ingat masa kecil Havis di kota Muara Tebo, karena dirinya tidak seumuran.
"Kalau di bilang dekat, tidak terlalu dekat, namun semasa kecil kami sekitar tahun 1960an pernah juga main bersama karena kami masih bertetangga walau tidak terlalu berdekatan rumah. Tapi saya lupa waktu masa kecil kami dulu, maklumlah itu sudah lama," tandasnya.
Sementara dari keterangan warga lain, diketahui saat ini orang tua Havis masih memiliki rumah di kawasan Bonjol pasar Muara Tebo. Namun sejak tinggal di Jambi, rumah tersebut tidak lagi ditinggali oleh keluarga mereka. "Rumah orang tuanya ada di pasar Muara Tebo kawasan Bonjol," sebut salah seorang warga Semabu Selasa kemarin.(sumber Radar Tebo) |
Rabu, 22 Juni 2011
Dipanggil Bujang Busu, Bupati Hafis Lewati Masa Kanak-Kanak di Imam Bonjol Muara Tebo
Label: bupati, carateker, mahkamah konstitusi, mobil dinas, pilkada, teboKamis, 16 Juni 2011
Masyarakat Bicara Pemilukada: Banyak yang Mengikuti Perkembangan, Ada yang Berharap Diulang Biar Ada 'Lokak' Lagi
Label: MK, pilkada, Politic| MUARATEBO-Kini telah dipastikan pasangan Yopi-Sapto mengajukan gugatan ke Mahkamah KOnstitusi (MK). Seminggu lalu kepastian pasangan Yopi-Sapto untuk mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) masih simpang siur. Bagaimana masyarakat Tebo menanggapi soal gugat-menggugat dalam pemilukada Tebo? Soal gugat-menggugat ini masih menjadi topik yang hangat dalam setiap obrolan masyarakat. Diskusi soal ini sangat sering ditemukan dalam masyarakat lengkap dengan opini mereka masing-masing. "Kayakmano pilkada Tebo di ulang lagi dak?," tanya Heri salah seorang warga Tebo kepada Radar Tebo pekan lalu. Warga Tebo yang tinggal di Muara Bungo ini mengaku selalu mengikuti perkembangan Pemilukada Tebo 2011 karena dirinya menilai persoalan ini menarik dan pertama terjadi di Provinsi Jambi. Senada, seorang pria penjual makanan di Kota Muaratebo kemarin juga mengatakan masih mengikuti perkembangan terkini soal lanjutan dari Pemilukada Tebo. "Kito ni cuma penonton, jadi nunggu be kelanjutannyo," tukasnya saat berbincang dengan Radar Tebo siang (13/6) kemarin. Begitu juga warga dari daerah pedesaan juga masih menantikan kelanjutan dari pemilukada Tebo. Salah seorang warga, sebut saja namanya Fulan mengaku momen politik selalu menjadi kesempatan bagi mereka untuk bekerja. "Kalu diulang lagi mantap jugo, berarti kami masih ado lokak," katanya sambil tertawa. Lain halnya dengan salah seorang mahasiswa Tebo yang sedang menuntut ilmu di kota Jambi yang namanya dirahasiakan Radar Tebo. Dalam sebuah perbincangan melalui account facebook harian ini, dia mengharapkan proses pemilukada Tebo segera selesai. "Kalau soal pemilukada ini selesai, kandidat yang menang bisa melaksanakan pembangunan. Dan masyarakat menunggu realisasi janji-janji calon yang menang ketika kampanye dulu," katanya. (Radar Tebo) |
Detik-Detik Kemenangan Pasangan Suka-Hamdi Pada Pemungutan Ulang 5 Juni
| Tenangkan Diri di Makam Orang Tua, Siap Jalankan Amanah
Pasangan Sukandar dan Hamdi memang belum resmi dinyatakan sebagai pemenang Pemilukada Tebo 2011-2016. Namun dalam beberapa penghitungan cepat (quick count) Minggu (5/6) lalu pasangan ini telah unggul sekitar 5 persen dari pasangan Yopi-Sapto. Ini bukan kemenangan mudah, karena sebelum pemungutan suara di ulang, pasangan ini harus berjuang hingga ke Mahkamah Konstitusi (MK). Bagaimana Sukandar menjalani hari pemungutan suara yang menegangkan itu?
======================================================
Minggu 5 Juni lalu masyarakat Tebo kembali melakukan pemungutan suara ulang untuk menentukan Bupati dan Wakil Bupati Tebo periode 2011-2016. Pertarungan politik ini cukup menegangkan, soalnya sebelumnya pada pemungutan suara ulang 10 Maret pasangan Yopi Muthalib sempat unggul namun dianulir MK karena terbukti ada kecurangan.
Jika para tim, simpatisan dan masyarakat umum cukup tegang, apalagi dengan Cabup yang bertarung. Pemungutan suara ulang Tebo menjadi berita yang paling dinantikan oleh masyarakat Tebo, Jambi dan di tempat lainnya. Perbedaan tipis suara pada pemungutan suara 10 Maret serta kekuatan yang berimbang memberikan rasa penasaran tinggi masyarakat pada hasil Pilkada Tebo.
Pagi hari Minggu, sama seperti pemungutan suara 10 Maret, Sukandar dan isterinya Saniatul Lativa memberikan hak suara di di TPS 12 Tebing Tinggi, dia datang pagi-pagi. "Usai mencoblos saya langsung ke makam orangtua saya," kata Sukandar yang mengaku memang cukup tegang menjalani pemungutan suara ulang tersebut. Menurutnya, hal itu biasa dilakukan sebagai bakti anak terhadap orang tua. Tapi, kata Sukandar, untuk kali dirinya bermaksud untuk menenangkan diri.
Cukup lama Sukandar untuk membuktikan bahwa dirinya adalah pilihan masyarakat Tebo. Kepastian dirinya unggul diketahui sore hari setelah LSI mengumumkan hasil pemungutan suara sekitar pukul 16.00. Kabar LSI menggelar konferensi pers di salah satu hotel kota Jambi itu cepat berhembus dan menjawab tanda tanya masyarakat Tebo tentang hasil peroleh suara.
"Alhamdulillah, pasangan Suka-Hamdi untuk sementara unggul dalam perolehan suara," kata Sukandar didampingi Hamdi saat jumpa pers di kediaman kakaknya H Triman di Kelurahan Wirotho Agung Rimbo Bujang Minggu (5/6) malam lalu. Diakuinya kemenangan itu merupakan perjuangan panjang yang cukup melelahkan baik fisik dan pikiran.
"Kemenangan ini bukanlah kemenangan pasangan Suka-Hamdi saja, tetapi kemenangan seluruh masyarakat Tebo. Terima kasih kepada masyarakat Tebo yang telah memberikan kepercayaan kepada kami," kata Sukandar yang juga ditimpali Cawabup Hamdi.
Namun walau beberapa penghitungan cepat dan desk Pilkada Pemkab Tebo menyatakan pasangan ini telah unggul, Suka-Hamdi masih menunggu hasil pleno KPUD nantinya. Untuk itu dia meminta kepada seluruh tim sukses dan masyarakat pendukung untuk tidak euforia yang berlebihan. "Kepada masyarakat Tebo yang telah menentukan pilihannya, saya mengucapkan ribuan terima kasih, mudah mudahan amanah dan pilihan yang telah ditetapkan oleh masyarakat dapat kami jalankan dengan baik," katanya. Bicara bergantian dengan Hamdi, menurut pasangan ini, jika nanti Suka-Hamdi sudah ditetapkan sebagai pemenang maka Suka-Hamdi akan siap membangun Kabupaten Tebo dengan semangat kebersamaan. "Dalam membangun kabupaten Tebo kami mengedepankan kebersamaan. jika kami salah melangkah tolong tegur kami," ujarnya didampingi Hamdi dan kedua istri mereka kemarin.
Dalam kesempatan tersebut, Sukandar dan Hamdi juga mengucapkan terimakasih kepada pihak penyelenggara, KPU, Panwas serta pihak keamana yang telah melaksanakan tugasnya dengan sukses. "Kepada tim sukses Suka-Hamdi yang sudah bekerja keras memangkan Suka-Hamdi, mulai dari korwil, korcam, kordes hingga tingkat dese dan jalur kami dari keluarga besar Suka-Hamdi mengucapkan terimasih yang sebesar besarnya," sebutnya.
Kepada seluruh tim agar tetap solid mengawal proses pilkada ulang ini hingga Pleno di KPU dan jangan melakukan tindakan anarkis. "Saya mengajak tim untuk kawal suara itu hingga pleno KPU, jangan sampai ada tindakan anarkis, tujuan kita hanya untuk mengamankan kemenangan suka-hamdi mulai dari penghitungan di TPS, PPk hingga Pleno KPU," pungkasnya.
Seperti diketahui, perolehan suara versi Desk Pilkada, Suka-Hamdi memperoleh 75,262 suara atau 49.5 persen, Ridham-Eko memperoleh 5,747 suara atau 3.8 persen, sedangkan Yopi-Sapto memperoleh 71,090 suara atau 46.7 persen suara dari total suara 152.009.(*) |
Lika-Liku Pemilukada Bupati-Wakil Bupati Tebo 2011-2016 Menuju Mahkamah Konstitusi
| Sudah Diprediksi Sejak Awal, Sama-Sama Diwarnai Demontrasi
Pemilukada Tebo memang unik, dengan slogan kota Sejarah, dunia politik Tebo telah mengukir berbagai sejarah dalam beberapa kali helatan Pemilukada. Jika tahun Pemilukada 2006 lalu terjadi gejolak politik yang besar, pada Pemilukada 2011 ini terjadi aksi saling gugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Berikut ulasan Radar Tebo tentang perjalanan Pemilukada Tebo menuju MK. ==============================================================
Pada masa kampanye Pemilukada Tebo 2011, PDIP yang mengusung pasangan Yopi-Sapto banyak menghadirkan tokoh nasional ke kabupaten Tebo. Salah satunya Maruarar Sirait anggota DPR RI atau lebih sering dipanggil Ara.
Pada kesempatan itu pria yang mencuat namanya dalam penanganan kasus bank century di senayan beberapa waktu lalu itu berpendapat Pemilukada Tebo 2011 akan berakhir di MK. Karena yang kalah pasti akan menuntut ke MK dengan berbagai alasan untuk pembatalan kemenangan dan mengulang Pilbup.
"Saya prediksi Pilbup ini akan berakhir di MK," katanya dalam sebuah obrolan di rumah Ketua DPC PDIP Wartono Trian Kusumo di kelurahan Wirotho Agung, Rimbo Bujang 3 hari jelang pemungutan suara 10 Maret 2011 lalu.
Waktu itu, tidak hanya Ara yang berpadangan seperti itu. Syamsu Rizal dari kolaisi pendukung Yopi-Sapto juga pernah menilai hal itu akan terjadi. Dari sisi pasangan Suka-Hamdi, Direktur Media Center Suka-Hamdi, M Chudori juga mengatakan hal yang sama. "Memang banyak yang memprediksi akan berakhir ke MK. Tapi kita telah siapkan tim advokasi Suka-Hamdi," katanya sebelum pemungutan suara ulang 10 Maret. Tanggal 10 Maret 2011 masyarakat Tebo melakukan pencoblosan dan pasangan Yopi-Sapto unggul dalam perolehan suara dari dua kandidat lainnya pasangan Ridham-Priskap dan Suka-Hamdi. Lima hari kemudian, Selasa tanggal 15 Maret 2011 KPUD Tebo menetapkan pasangan Yopi Muthalib-Sri Sapto Eddy sebagai pemenang dalam Pilkada Tebo 2011-2016. Dalam pleno penetapan suara yang di gelar itu, pasangan nomor urut 3 ini unggul 2721 suara dari pasangan Sukandar-Hamdi. Waktu itu diketahui pasangan Sukandar-Hamdi mengumpulkan 74.432 suara, kemudian Ridham-Eko sebanyak 12.982 suara dan pasangan Yopi-Sapto sebanyak 77.157 suara. Aksi demontrasi menolak hasil pleno di gelar massa yang menamakan dirinya Rakyat Tebo Menggugat (RTM) pada hari itu mewarnai jalannya pleno. Mereka menilai proses pemilukada Tebo banyak ditemukan pelanggaran terstruktur sistematis dan massif. Seperti pengerahan PNS, politik uang penyalahgunaan wewenang PNS, pencoblosan berulang, eksodus warga dan lainnya.
Berbekal bukti-bukti lapangan selama pelaksanaan tahapan Pemilukada pasangan Suka-Hamdi melayangkan gugatan ke MK. Tidak tanggung-tanggung baik pasangan Suka-Hamdi maupun Yopi-Sapto masing-masing menghadirkan sekitar 70 saksi yang dibawa ke Jakarta untuk mengikuti sidang sengketa tersebut.
Jika sebelumnya kedua kandidat kuat ini bertarung secara politik, di MK pasangan nomor urut 1 dan nomor urut 3 ini sekitar 2 minggu bertarung secara hukum. Mereka saling beberkan bukti-bukti dan saksi-saksi dihadapan majlis hakim institusi yang dipimpin Mahfud MD itu.
Akhirnya pada Rabu 13 April 2011 MK memutuskan pelaksanaan Pemilukada Tebo 10 Maret terbukti secara hukum terjadi kecurangan yang terstruktur, sitematis dan massif dengan pengerahan birokrasi. Kepada KPUD diperintahkan untuk menggelar pemungutan suara ulang di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan melaporkan hasilnya selambatnya 90 hari setelah putusan.
Sejarah baru bagi dunia perpolitikan di Provinsi Jambi, karena sebelumnya gugatan sengketa Pemilukada berbagai kabupaten dalam provinsi Jambi selalu ditolak MK. Atas putusan itu, dua kandidat kuat itu kembali berbenah. Melemahnya pasangan Ridham-Eko yang tidak serius lagi maju, menjadi ajang perebutan suara pendukung pasangan nomor urut 2 itu.
Dan setelah melalui rapat pleno KPUD menetapkan pemungutan suara ulang pemilukada Tebo diulang 5 Juni 2011. Tepatnya Hari minggu pemungutan suara ulang di gelar. Hasilnya berbalik arah, Suka-Hamdi unggul atas pesaing beratnya pasangan Yopi-Sapto. Sejarah baru tercipta lagi, kandidat yang kalah berbalik unggul dalam pemungutan suara ulang setelah gugatan dikabulkan MK.
Pada pleno rekapitulasi perolehan suara yang di gelar KPUD Jumat 10 Juni 2011 pasangan nomor urut satu itu memperoleh suara 78.754 atau 50,08 persen. Suka-Hamdi unggul 6.098 suara dari pesaingnya pasangan Yopi-Saptoyang memperoleh suara 72.656 atau 46,21 persen. Sementara Ridham-Eko hanya memperoleh suara 5.836 atau 3,71 persen. Sama seperti pleno rekapitulasi hasil perolehan suara 10 Maret, pleno pemungutan suara hasil pemungutan suara ulang juga diwarnai aksi demonstrasi. Massa yang menamakan diri Forum Masyarakat Tebo Untuk Keadilan menggelar aksi di depan kantor KPUD Tebo. Mereka menilai pelaksanaan pemungutan suara ulang Pemilukada Tebo 5 Juni ditemukan sejumlah pelanggaran.
Diantaranya, dugaan praktik money politic yang ditemukan tim Yopi-Sapto yang juga disebut-sebut dilakukan secara terstruktur sistemati dan massif di seluruh kecamatan. Sehingga membuat kantong suara pasangan Yopi-Sapto kalah. Persoalan DPT juga dinilai merugikan pasangan Yopi-Sapto karena banyak pemilih pendukung Yopi-Sapto yang tidak bisa memberikan hak suara.
Berbekal dugaan pelanggaran dan bukti-bukti yang dimiliki tim Yopi-Sapto itu, maka Rabu (15/6) kemarin tim advokasi pasangan Yopi-Sapto mengajukan gugatan ke MK. Apakah gugatan pasangan Yopi-Sapto ini juga akan diterima dan akan disidangkan lagi? Ataukah pemungutan suara Pemilukada Tebo akan diulang lagi? Mahfud MD dan Hakim-Hakim MK yang akan memutuskan.(*) |
KPUD dan Suka-Hamdi Siap Hadapi Gugatan Yopi-Sapto
MUARA TEBO-Terkait gugatan tersebut, KPUD Tebo melalui Ketua Divisi Teknis Subirman mengatakan pihak KPUD yang nantinya akan menjadi pihak tergugat siap untuk menghadapi gugatan tersebut. Menurutnya, KPUD sedang mempersiapkan data-data untuk menghadapi gugatan dari Yopi-Sapto.
"Kita masih menunggu materi gugatan yang diajukan oleh pasangan Yopi-Sapto, selain itu persiapan data-data juga dilakukan untuk menghadapi gugatan dipersidangan nantinya," tuturnya Rabu (15/6) kemarin.
Begitu juga bukti-bukti pelanggaran yang dilakukan lawannya itu telah mereka siapkan. "Suka-Hamdi siap untuk menghadapi gugatan itu. Menggugat itu kan diperbolehkan saja. Siapa yang tidak menerima hasil Pilkada selalu diberi waktu untuk menggugat ke MK," katanya, kemarin.
Senada, Hamdi, Wakil Bupati terpilihmenyatakan siap untuk hadapi gugatan yang dilayangkan oleh Yopi-Sapto. Mengenai tudingan Yopi-Sapto tentang praktek money politic, Hamdi mengatakan bahwa sejak dimulai pencalonan hingga terpilih pada pemungutan suara ulang sekarang ini, mereka tidak ada melakukan money politic. "Suka-Hamdi kan sudah dikenal dengan calon yang tak memiliki duit. Jadi mana mungkin kita ada melakukan money politic. Bahkan sebaliknya malah yang lain yang melakukan money politic ini. Mengenai gugatan ini, kita siap menghadapinya. Kita telah siapkan tim advokasi," tukasnya.(Radar Tebo) |
Yopi-Sapto Daftarkan Gugatan ke Mahkamah Konstitusi
| MUARATEBO-Akhirnya teka-teki seputar gugat-menggugat atas hasil pemungutan suara ulang 5 Juni lalu terjawab. Dihari terakhir masa pengajuan gugatan Rabu (15/6) kemarin, pasangan nomor urut 3 Yopi-Sapto mendaftarkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Gugatan tersebut didaftarkan oleh tim advokasi dan tim pemenangan Yopi-Sapto. Ini dipastikan oleh Syamsu Rizal, Tim Koalisi Parpol pengusung Yopi-Sapto saat dikonfirmasi Radar Tebo via ponselnya kemarin. Menurut politisi Demokrat ini ada beberapa poin yang membuat mereka tidak menerima hasil pemungutan suara ulang 5 Juni lalu yang dimenangkan pasangan Suka-Hamdi.
Diantaranya, ada dugaan praktik money politic yang ditemukan tim Yopi-Sapto sehingga membuat kantong suara mereka kalah. Selain itu, menurut pria yang akrab disapa Iday ini, pihak penyelenggara Pemilu melakukan penukaran Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada pemungutan suara ulang lalu.
"Sehingga banyak pendukung Yopi-Sapto yang tidak terdaftar dalam DPT. Selain itu, juga banyak temuan pemilih yang tidak mendapatkan undangan. Makanya kita menggugat penyelenggara pemilu dan pihak terkait, yaitu Suka-Hamdi," tukas pria yang juga wakil ketua DPRD Tebo ini.(Radar Tebo)
|
Sejumlah Mobil Dinas Belum Ditarik Pemkab
| MUARATEBO-Kabag Umum Setda Tebo Eriyanto menuturkan saat ini tim pendataan asset mulai melakukan pendataan di tiga rumah dinas. Yakni rumah dinas Bupati, rumah dinas Wakil Bupati dan rumah dinas Sekda. "Hari jumat nanti baru akan diketahui hasilnya," tuturnya.
Menurutnya, saat ini pendataan asset baru dilakukan sebatas asset yang tidak bergerak. Namun nantinya juga akan dilakukan pendataan asset bergerak seperti mobil dinas dan lainnya. "Tim telah bergerak, untuk pertama asset yang bersifat statis dahulu, dan setelah ini baru dilanjutkan dengan pendataan asset bergerak," tukasnya.
Menurutnya, sampai kemarin belum satupun mobil dinas Bupati, Wakil Bupati dan Sekda yang ditarik. Antaranya Toyota Camry, Cherokee, 2 unit Nisan Extrail, Nisan Terano, dan Toyota Fortuner. Penarikan mobil dinas tersebut akan dilakukan nanti setelah dilakukan inventarisir oleh tim asset.
"Untuk mobil Lexus yang dulu dipakai Bupati memang sudah dilelang dan pak Madjid telah membayar dan uangnya telah masuk kas daerah, tinggal perubahan surat-surat kepemilikan yang belum," jelasnya.(Radar Tebo) |
Sabtu, 11 Juni 2011
Demonstrasi Pleno Rekapitulasi Suara Ricuh, Massa Lempari Polisi
Label: demo, pilkada, polisi| MUARATEBO-Rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara yang di gelar KPUD Tebo Jumat 10/6) kemarin diwarnai kericuhan. Ratusan warga yang menamakan Forum Komunikasi Tebo Untuk Keadilan menggelar aksi demonstrasi dari sekitar pukul 10.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB.
Kericuhan mulai tercium pada saat aksi akan dimulai. Para demonstran melempar air mineral dan batu ke arah polisi yang berjaga di balik pintu. Tidak hanya polisi, massa juga melempari wartawan yang meliput aksi mereka.
Walau tidak sampai cedera, seorang polisi dan wartawan terkena lemparan massa yang dalam orasi kerap melontarkan kata-kata provokasi mengandung unsur SARA. Melalui pengeras suara mereka mengatakan menolak KPUD untuk menetapkan pasangan Suka-Hamdi untuk menjadi Bupati Tebo.
"Kalau mereka yang menjadi Bupati, Tebo akan seperti Sampit dan Aceh," kata mereka dalam orasi. Beberapa korlap yang diantaranya dipimpin Firdaus, Oktaviandi dan sejumlah mahasiswa berusaha menenangkan orator dan warga lain yang terlihat mulai terprovokasi. Suasana sempat mereda dan aksi anarkhis dapat dihindari.
Namun sekitar pukul 11.30, massa kembali mendesak untuk masuk ke kantor KPUD dengan berupaya mendobrak pintu gerbang sisi kiri kantor KPUD. Tindakan massa itu dihalangi aparat kepolisian yang telah siaga menjaga pintu gerbang.
Massa yang terhalang menjadi emosi mereka kembali melemparkan batu dan air mineral ke arah barikade Polisi. Hujan lemparan mengarah ke barikade tidak terendung lagi. Beberapa anggota Polisi juga mulai terpancing dan membalas lemparan tersebut yang membuat lemparan semakin ramai terjadi.
Polisi yang diluar barikade terlihat pontang-panting menghindari lemparan batu. Begitu juga halnya dengan sejumlah wartawan yang meliput juga menjadi incaran massa. Bahkan seorang wartawan harian liputan Tebo harus menjatuhkan diri tiarap menghindari lemparan batu. Dan yang lain pontang panting menjauh dari massa menghindari lemparan.
Suasana menjadi semakin tidak terkendali. Polisi terpaksa melepaskan tembakan peringatan ke udara. Suara ledakan terdengar membahana. Namun massa tidak ciut, mereka balas melempar gerbang yang terbuat dari kaleng menimbulkan suara keras. Polisi kembali menembak ke udara. Sedikitnya 3 suara letusan pistol terdengar dalam demo kemarin.
Suasana mereda setelah salah seorang korlap turun tangan dan mengamankan massa yang berbuat anarkhis tersebut. "Jangan melakukan aksi anarkis, kita datang kesini untuk menuntut keadilan, utusan kita juga sudah kita kirimkan, jadi tolong saudara-saudara tenang,'' teriaknya menenangkan.
Suasana sempat mereda, namun beberapa kali lemparan masih mewarnai demo mereka yang dilakukan saat orang salat Jumat itu. Sementara 8 orang perwakilan demonstran melakukan pertemuan dalam kantor KPUD. Massa baru membubarkan diri sekitar pukul 13.00 setelah Ketua KPUD Syhlan Arfan mendatangi mereka. Aksi massa yang anarkhis dengan melempari Polisi dan wartawan ini sangat disesalkan oleh banyak pihak. Para wartawan akhirnya memutuskan hanya memantau gerakan massa tersebut dari kejauhan. |
Kamis, 28 April 2011
Fraksi DPRD Tebo Berebut Menjadi Anggota Badan Anggaran, Sidang di Tunda
Label: DPRD, MK, Parlemen, pilkada, Politic, Potret, Sigombak News, tebo, Tebo Ulu, Tentang Kabupaten Tebo Dan Daerah Dalam Provinsi Jambi, Wakil RakyatMUARATEBO-Paripurna pembentukan baru alat kelengkapan DPRD Tebo memang telah memutuskan komposisi baru untuk tiga komisi di DPRD Tebo. Namun untuk menentukan susunan Badan Anggaran (Banggar) dan Badan Musyawarah (Bamus) menemui jalan buntu. Paripurna yang digelar pada sore Rabu (27/4) lalu yang diikuti 29 anggota Dewan tidak membuahkan hasil dan harus diskor hingga sekarang. Untuk menyelesaikan persoalan itu DPRD Tebo meminta petunjuk ke Provinsi. "Paripurna kemarin (Rabu, red) belum menemukan kesepakatan dan kini masih menunggu hasil konsultasi dengan pihak Provinsi," kata Rizal Effendi, sekwan DPRD Tebo ditemui di gedung DPRD Tebo KM 12 Kamis (28/4) kemarin. Penyebab gagalnya pembentukan susunan anggota Banggar dan Banmus itu karena ajuan fraksi lebih banyak ke Banggar dari pada Banmus dengan perbandingan 13 anggota dan 11 anggota. Padahal aturannya, dengan 30 kursi di DPRD Tebo, komposisi Banggar dan Banmus harus sama-sama beranggotakan 12 orang. "Dalam paripurna, fraksi lebih banyak mengajukan anggotanya ke Banggar sehingga jumlahnya tidak sama. Sampai akhir sidang tidak menemukan titik terang agar anggota yang diajukan fraksi ke Banggar dan Banmus menjadi sama banyak," terang Rizal Effendi. Karena itulah sidang di skor dan melakukan koordinasi ke pihak Provinsi terlebih dahulu. Menurut Rizal Effendi, untuk menyelesaikan persoalan itu, kemungkinan akan ditempuh dengan jalan voting. "Aturannya kalau sidang menemukan titik buntu, maka diselesaikan dengan voting. Namun kini masih menunggu petunjuk dari Provinsi," jelasnya. Sementara, Wakil Ketua DPRD Tebo Syamsu Rizal mengatakan buntunya sidang itu karena ada fraksi yang ingin menempatkan lebih banyak anggotanya di Banggar. Menurutnya karena Banggar merupakan bagian yang strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat dalam pembangunan maka semua fraksi pasti akan menempatkan anggotanya di Banggar. "Namun walau begitu penempatan anggota fraksi di semua susunan alat kelengkapan dewan penempatannya harus tetap secara adil untuk semua fraksi. Karena selain Banggar dan Banmus juga ada posisi BK (Badan Kehormatan) yang juga alat kelengkapan dewan. Kalau untuk unsur pimpinan (Ketua DPRD dan Wakil Ketua, red) secara otomatis masuk ke Banggar dan Banmus," tukasnya.(Radar Tebo) |
Salim Tidak Terpengaruh Statemen Toha, Tetap All Out Untuk Yopi-Sapto
MUARATEBO-Pengalihan dukungan tim pemenangan yang dikoordinir Mursalim dan Arfan dari Ridham-Eko ke pasangan Yopi-Sapto dipersoalkan tim sukses Ridham-Eko. Ketua Ridham Centre, M Toha yang meyebutkan Mursalim Cs bukan bagian dari tim melainkan hanya simpatisan membuat Mursalim meradang. "Waktu memperjuangkan pak Ridham dulu, tim pemenangan ini yang bergerak dan mencari suara bukan dia (M Toha, red). Jadi dulu saya memang tim pak Ridham. Makanya saya terkejut dengan statatemen Toha di Radar Tebo hari ini (kemarin, red)," kata Mursalim yang akrab disapa Salim ini Kamis (28/4). Salim yang kemarin lagi berada di gedung DPRD Tebo ini menuturkan, tugas mereka selaku tim pemenangan Ridham-Eko telah berakhir sejak hari pencoblosan tanggal 10 Maret lalu. Karena setelah mengetahui penghitungan suara cepat, pada hari itu juga tim langsung dibubarkan oleh Cabup Ridham. "Karena tugas kami di tim Ridham-Eko telah selesai, makanya kami memutuskan untuk mendukung pasangan Yopi-Sapto pada pemungutan suara ulang nanti. Saya rasa Pak Ridham sendiri tidak mempermasalahkan pilihan politik kami ini," tegasnya pria asal Jati Belarik, Tebo Tengah ini. Katanya, karena selama proses Pilkada 10 Maret lalu tim pemenangan yang bergerak di lapangan, makanya kami optimis akan menyumbangkan 70 persen suara perolehan pasangan Ridham-Eko yang pada Pilkada lalu meraup 12 ribuan suara. "Terserah Toha nak ngomong apo, nak ngadu kemano, kami akan tetap all out mendukung dan berjuang untuk memenangkan pasangan Yopi-Sapto," tukasnya. Diketahui, sebelumnya Toha mengatakan Mursalim Cs bukan tim Ridham-Eko. Toha menyebut kalau Salim hanya mencatut selaku tim Ridham-Eko dan pencatutan itu akan dikaji secara hokum oleh Tim Ridham. Dalam perbincangan dengan Radar Tebo kemarin, Salim juga meminta Toha untuk berfikir untuk mendahulukan kepentingan kemajuan kabupaten Tebo ke depannya. " Tolonglah pikirkan kepentingan kabupaten Tebo. Janganlah mementingkan kepentingan pribadi," harapnya. Seperti diberitakan Radar Tebo sebelumnya, Toha mempersoalkan tim yang dikoordinir Salim dan Arfan yang menyatakan sebagai tim Ridham-Eko pada Pilkada 10 maret lalu dan pada Pilkada ulang ini mengalihkan dukungan ke pasangan Yopi-Sapto. "Saya tidak mempermasalahkan dukungan tim mereka, tetapi jangan mengatasnamakan tim Ridham-Eko. Kita akan kaji pencatutan nama itu secara hukum," kata Toha dua hari lalu.(Radar Tebo) |
Pemungutan Suara Ulang Tebo Dilakukan Pada 5 Juni 2011, Telan APBD Rp 3,67 Milyar
MUARATEBO–Akhirnya KPUD Tebo memutuskan waktu pelaksanaan Pilkada Ulang kabupaten Tebo sesuai dengan perintah Mahkamah Konstitusi (MK) dalam putusan sidang sengketa Pilkada Tebo. Dalam rapat pleno KPUD Tebo Kamis (28/04) ditetapkan pemungutan suara dilakukan tanggal 5 juni 2011 mendatang.
Ini dikatakan oleh Ketua KPUD Tebo melalui Divisi Kampanye pemungutan dan penghitungan suara KPUD Tebo Subirman usai pleno malam kemarin. Untuk Pemungutan suara ulang ini KPUD Tebo mulai melakukan persiapan logistic.
"Sudah final 5 juni mendatang. Itu hasil pleno KPUD. Dan untuk logistik sudah kita persiapkan, dipastikan untuk surat suara pada tanggal 25 Mei sudah sampai di KPUD Tebo," terangnya kepadaRadar Tebo via ponsel kemarin.
Dijelaskannya, proses pendistribusian logistic dan surat suara ke kecamatan diperkirakan akan dilaksanakan pada tanggal 1 sampai tanggal 4 Juni. Dan tentunya setelah diterimanya surat suara tersebut di KPU, maka akan dilakukan pensortiran dan pelipatan kertas suara.
Pada Pilkada ulang ini tidak ada lagi tahapan kampanye yang harus dilakukan kandidat. "Hanya saja setiap kandidat diperbolehkan melakukan sosialisasi ke masyarakat berkaitan tentang hari pelaksanaan pemungutan suara ulang," jelasnya.
Jika sebelumnya anggaran Pilkada ulang ditetapkan senilai Rp 3,2 Milliar, Subirman mengatakan, anggaran tersebut telah ditambah, menjadi Rp. 3,6 Milliar. "Sebelumnya anggaran ditetapkan sebesar Rp 3,2 dengan menggunakan anggaran putaran kedua, maka kini ditetapkan menjadi Rp 3,677.624.920," pungkasnya. (swi) |
Berita Populer
-
Tak di sangkal bahwa tujuan utama dari membuat blog antara lain adalah agar tulisan-tulisan kita bisa di baca oleh orang lain atau pengunjun...
-
Terima Kasih Kawan Blooger Telah Mengunjungi Blog Sederhana Ini Saya Harap Lain Kali Bisa Kembali Berkunjung. Jika Kawan Blogger tidak Keber...
-
Buat rekan-rekan blogger yang telah memasang iklan kumpulblogger di blognya baik blogspot, silahkan berbagi pengalaman dengan memposting kom...
-
Berita Terkini dari ANTARA PT Pos Indonesia targetkan pendapatan Rp5,6 triliun Harapan Schalke d...
-
Buat saudara/i yang suka ngeblog, manfaatkan peluang untuk menghasilkan uang melalui hobi ngeblog. Paling gampang untuk pengguna Blogspot. A...
-
Berita Terkini dari ANTARA Perundingan Indonesia-EFTA CEPA selesai Permintaan Mendag Enggar kepa...
-
Berita Terkini dari ANTARA Zoom tambah durasi panggilan gratis di musim libur Kapal terbalik, Ti...
-
Berita Terkini dari ANTARA Diskon tarif tenaga listrik saat PPKM Darurat WhatsApp perkenallkan f...
-
Berita Terkini dari ANTARA Italia: Pemberontak Libya Minta Senjata Gbagbo Kena Tahanan Rumah Para Nakhoda Tawar...




